Jumat, 17 Mei 2019

KIRANYA CAHAYA WAJAHMU MENYINARI KAMI

Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur (Mazmur 4:8)

2 Raja 3:15-18                         BE. 316:1-2                            Kis. 10:9-20

Tekanan dan ancaman dari kekuatan dunia yang bermufakat melawan Tuhan dan yang diurapiNYA (band. Maz. 2:2) bisa berkembang melemahkan spiritualitas masyarakat termasuk persekutuan jemaat ataupun keluarga, dan merongrong wibawa pemimpin/imam/orang percaya yang diurapi Tuhan.  Itu situasi yang amat berat bagi orang percaya yang diurapi Tuhan karena terjadi krisis kepercayaan bukan kepadanya melainkan kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi yang mengurapinya. Apa yang harus dilakukan oleh orang percaya pada saat seperti itu?  Nyanyikan pujian syukur kepada Tuhan, kokohlah dalam wibawa pengurapanNya. Orang percaya kepada Tuhan harus tetap tekun mengingatkan masyarakat/jemaat yang dilayaninya agar jangan berbuat dosa, beribadah dengan benar dan percaya kepada Tuhan serta mendoakan agar cahaya wajah Tuhan menyinari umatnya (band. Mzm. 4:3-7). Semua itu dapat dilakukannya bila dia teguh menegakkan nilai-nilai Firman Tuhan dalam hidup bersesama sebagai orang percaya.  Sukacitanya bukan karena kelimpahan materi atau kemuliaan duniawi tapi karena iman, dan rasa syukur atas urapanNya.  

                Pemimpin/imam/orang percaya yang diurapi Tuhan menjadi saksi bahwa Yesus Kristus adalah jalan keselamatan bagi dunia (bukan hanya Israel), untuk menjadi pewaris surga (baca Kis.Rsl. 10:10-16)..  Puji syukur atas Rencana Kudus Allah bagi keselamatan umat manusia (baca Yoh.1:1-18)

Doa:       Tuhan, layakkan aku melakukan pengurapanMU melalui peran hidupku dan kiranya aku bersaksi dalam hikmat tentang Kasih KeselamatanMu bagi umat manusia. Amin. (BDFS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Jumat, 17 Mei 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.