Minggu, 12 Mei 2019

Minggu Jubilate

TUHAN SELALU HADIR MENGAWASI KITA

Ep. Amsal 15:1-9

Kitab Amsal dimasukkan dalam kategori kitab karya sastera hikmat. Hikmat ini bersumber dari Allah dan dapat diperoleh manusia apabila mereka sungguh-sungguh takut akan Tuhan dan setia kepadaNya. Tempat kedudukan hikmat adalah hati, pusat keputusan moral dan intelektual (bnd. 1 Raj. 3:9,12). Kitab Hikmat berisi pengajaran yang bermakna bagi manusia dalam kehidupannya. Dengan hikmat, seseorang mampu melihat, memilih, melakukan yang terbaik dalam kehidupannya. Nats menyampaikan, siapa orang benar yang bijak dan siapa orang jahat yang bodoh dan dampaknya dalam kehidupan mereka, termasuk masyarakat di sekitarnya. Orang benar yang bijak disebutkan berbicara lembut, mengeluarkan dan menaburkan pengetahuan, mengindahkan teguran,  mempunyai banyak harta benda  yang menjadi berkat, jujur sehingga Tuhan berkenan akan doanya, dan mengejar kebenaran.  Orang jahat yang bodoh disebutkan berbicara pedas yang dapat  membangkitkan amarah, mencurahkan kebodohan, melukai hati orang lain, menolak didikan ayahnya, penghasilannya membawa kerusakan karena tidak menjadi berkat, dan tidak jujur.  Apakah Tuhan tahu, seseorang itu orang benar yang bijak atau orang jahat yang bodoh? Tentu tahu. Tuhan itu adalah Tuhan Mahatahu. Tuhan itu Tuhan Mahahadir. Dia selalu hadir (di mana-mana) mengawasi umatNya.

                Bagaimana dalam kehidupan kita? Apakah kita telah menjadi orang benar yang bijak atau masih menjadi orang jahat yang bodoh. Kalau kita masih menjadi orang jahat yang bodoh, maka  kita harus bertobat, menjadi orang benar yang bijak.Tuhan menginginkan kita menjadi orang benar yang bijak. Jangan berpura-pura menjadi orang benar yang bijak tetapi faktanya masih orang jahat yang bodoh. Ingat, Tuhan itu Tuhan Mahatahu dan Tuhan Mahahadir. Dia tahu siapa kita sebenarnya, karena Dia  selalu hadir  (di mana-mana) mengawasi kita.  

Doa:       Ya Tuhan! Ajarilah kami agar kami mampu  berubah dari orang  jahat yang bodoh menjadi orang benar yang bijak.  Amin.  (WM)

TINGGAL DAN BERBUAH DI DALAM YESUS

Ev. Yohanes 15:1-8

Anggur tidak terpisahkan dari kehidupan Israel. Mereka banyak yang menjadi petani anggur. Yesus  memakai perumpamaan yang berkaitan dengan anggur sebagai pendekatan pengajaranNya. Tujuannya, agar mudah dimengerti oleh  para pendengarnya. Yesus menyatakan diriNya pokok anggur yang benar dan BapaNyalah pengusahaNya. Siapakah ranting-rantingNya? Mereka  yang mendengar pengajaran Yesus. 

Ada hubungan antara pokok anggur, ranting dan pengusaha anggur. Dalam hubungan ini, ada dua macam ranting. Pertama; Ranting yang tidak berbuah. Ranting ini tentu tidak berguna. Ranting itu harus dibuang dan dibakar. Kenapa tidak berbuah? Karena ranting itu tidak tinggal di dalam pokok anggur, dan karena ranting itu tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri. Ini berarti, mereka yang tidak tinggal di dalam Kristus tidak akan berbuah. Mereka akan memperoleh kebinasaan (kematian kekal). Kedua; Ranting yang berbuah adalah ranting yang tinggal di dalam pokok anggur. Ranting itu selalu dibersihkan agar  buahnya semakin banyak. Ini berarti, mereka yang tinggal di dalam Kristus  dan Kristus di dalam mereka akan berbuah.  Mereka akan memperleh keselamatan (hidup kekal). Dan ada lagi, doa permohonan mereka akan dikabulkan Tuhan.

                Bagaimana dengan kita? Yesus pokok anggur kita dan kita juga adalah rantingNya. Hanya Dia pokok anggur yang benar. Yang lain palsu,imitasi, dan liar. Karena itu hati-hatilah. Tinggallah di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita. Dengarlah firman Allah dan  lakukanlah. Bila demikian, kita berbuah (menjadi berkat) dan doa permohonan kita akan dikabulkan Tuhan. Tetapi ingat, apa yang kita mohon itu harus berkenan kepada Kristus (1 Yoh. 5:14-15). Dan akhirnya, kita akan memperoleh keselamatan (hidup kekal).

Doa:       Kuatkanlah iman percaya kami Tuhan, agar kami tinggal di dalamMu dan Engkau tinggal di dalam kami. Sehingga kami berbuah (menjadi berkat).   Amin.   (WM)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.