PENGHARAPAN ORANG BENAR

Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar (Kisah Para Rasul 24:15)

Rom.15:14-21     BE. 587:1              Mzm. 117:1-2

Walaupun tinggal di dalam penjara, hidup yang terancam, Paulus tetap memberikan kesaksian tentang apa yang dialaminya terutama tentang perjumpaannya dengan Yesus serta panggilannya untuk bersaksi. Paulus tidak mau berharap kepada manusia, melainkan berharap hanya kepada Allah saja.Dalam keadaanterkurung di penjara Kaisarea,Injil kabar baik itu sendiri tidak terkungkung. Justru sebaliknya, berita Injil semakin kuat menyatakan kuasa-Nya. Bagaimana mungkin ini terjadi?Dalam pembelaannya, Paulus selalu menyatakan bahwa ia adalah orang Kristen. Akan tetapi tuntutan orang Yahudi, Paulus harus dihukum. Paulustidak memper-oleh keadilan. Namun bagi Paulus, ada atau tidak ada keadilan bukan-lah yang utama. Bagi Paulus, kesempatan menyatakan Injil itulah yang paling utama.

                Kisah Paulus kembali mengingatkan kita, bahwa dalam hidup keseharian kita,jika kita sedang mengalami sebuah pergumulan atau kesulitan hidup, kita sering mengandalkan orang lain, yang punya kuasa. Baik itu uang, tenaga, kemampuan dan lainnya. Terkadang kita lupa atau lalai menyandarkan harapan kita kepadaNya. Walaupun kita tahu Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, kiranya hanya kepada Allah saja kita mau berharap.Dunia banyak menawarkan jalan keluar yang mudah tetapi terkadang hal itu tidak berkenan bagi Allah. Tetapi sering tawaran itu yang kita ambil. Nats Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa pengharapan hanya kepada Allah.

Doa:       Tuhan, ajar kami untuk tetap menaruh pengharapan hanya kepada Yesus saja. Ajar kami juga untuk memberitakan Kristus setiap kesempatan. Amin. (DSim).