Senin, 22 April 2019

Paskah Kedua

DI HADAPAN MAHKAMAH AGAMA

Ep. Kisah Para Rasul 4:5-12

Petrus dan Yohanes dibawa  ke pengadilan Agama  tertinggi Jahudi. Dalam Makamah ini banyak Imam-Imam yang praktisnya semua adalah orang-orang Saduki. Keinginan mereka adalah untuk membiarkan keadaan stusqua yang menyebabkan penghasilan  mereka tidak berkurang. Ada ahli Taurat yang ahli dalam hukum-hukum tradisional. Ada orang Farisi yang fanatik dalam hal hukum. Ada tua-tua  yang sangat dihormati masyarakat

                Pada saat kita membaca  khotbah Petrus  dan mengingat kepada siapa itu ditujukan, kita mengakui adanya suatu keberanian yang besar. Khotbah ini ditujukan  kepada suatu pendengar, yaitu orang kaya yang paling intelek dan berkuasa, Ada keberanian  nekat  yang tidak menyadari bahaya yang dihadapi.

                Petrus  menerima kepenuhan Roh yang baru yang mendatangkan  ilham, hikmat dan keberanian untuk memberitakan  kebenaran Allah, Secara teologis sangatlah penting  bahwa dengan kepenuhan  Roh bukanlah pengalaman  yang terjadi  sekali saja, melainkan  pengalaman yang terjadi berkali kali.  Peristiwa ini merupakan penggenapan  janji Yesus  dalam Lukas 12:11-12 dan peristiwa lain tentang kepenuhan ulang terdapat dalam  Kis. 7:55 dan pada Kis.13:9  Stefanus telah  mengakui Kristus dihadapan  sesama umat manusia dan  mempertahankan imannya.

                Para murid yakin bahwa kebutuhan terbesar  setiap orang adalah  keselamatan dari dosa dan murka Allah, dan mereka berkhot-bah  bahwa kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi oleh seorang lain pun kecuali Kristus. Hal ini mengungkapkan sifat eksklusif dari Injil serta tanggung jawab  gereja  untuk menyampaikannya kepada orang.

Doa: Ya Allah, kuatkanlah aku untuk tetap setia kepadaMu, tidak gentar walaupun sedikit karena aku Tahu ada Engkau penolongku, Amin. (PMS)

KASIH SETIA ALLAH

Ev. Yesaya 63:7-9

Banyak ciri khas dari Allah  yang Esa dan benar khususnya sifat moralNya, memiliki kesamaan dengan sifat manusia, akan tetapi  sifat Allah  semua berada  dalam taraf yang jauh lebih tinggi dari pada di dalam diri kita. Misalnya, sekalipun  baik Allah  maupun manusia  memiliki kemampuan  untuk mengasihi, tidak ada manusia yang  mampu mengasihi sampai ketaraf kasih Allah. Allah itu kasih (1 Yoh. 4:8). Kasihnya adalah kasih  yang tidak mementingkan diri sendiri sehingga merangkul seluruh dunia dari umat manusia  berdosa (Yoh. 3:16). Ungkapan  utama dari kasih itu ialah pengutusan  AnakNya  yang tunggal Yesus Kristus untuk mati bagi orang berdosa. Allah itu penyayang dan pengasih, Dia tidak memusnahkan manusia  seperti yang patut kita terima  karena dosa kita (Mzm. 103:10), tetapi menawarkan pengampunan sebagai karunia yang cuma cuma

                Yesaya memuji belas kasihan  dan kasih setia Allah, mengakui dosa Israel dan berdoa  bagi kelepasan meraka dari hukuman  dan untuk penebusan  yang dijanjikan Allah.  Allah itu berbelas kasihan  berarti ikut merasa sedih  karena penderitaan  orang lain, disertai keinginan  untuk menolong. Karena mengasihani umat manusia, Allah menyediakan pengampunan dan keselamatan. Demikian pula Yesus Anak Allah  menunjukkan belas kasihan  bagi orang banyak ketika  menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan  kepada orang tahanan dan sembuhnya penglihatan orang buta serta membebaskan yang tertindas (Luk. 4r:18).

                Pemazmur mengutamakan Firman Allah  yang mengikrarkan  perjanjian dengan Israel: Aku Tuhan Allahmu, kau umatKu (Mzm. 50:7) Orang Israel diangkat menjadi  anak anak Allah, Sebagai Bapa, Allah  menjadi Juruselamat  umatNya.

Doa:       Ya Allah, sungguh besar Kasih SetiaMu kepada kami, hingga kami boleh selalu marasakan suka cita yang dari Tuhan. Amin. (PMS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Senin, 22 April 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.