Minggu, 21 April 2019

Pesta Paskah Pertama

NYANYIKANLAH KEMENANGAN YESUS

Ep. Mazmur 21:1-7

Kita mungkin pernah menonton operasi pembebasan sandera. Segala kemampuan pasukan dikerahkan agar para sandera bisa selamat. Bila usaha penyelamatan berhasil, semua orang akan bergembira, tetapi penyandera akan mendapat malu.

                Demikian dalam nats ini. Nampak sukacita dan kegirangan karena Tuhan  bertindak dengan kuasaNya untuk menyelamatkan sang raja. Juga atas segala sukacita, sukses, umur panjang dan kemenangan yang Tuhan anugerahkan kepada raja. Kata ‘kemenangan’ berasal dari kata ‘yesyuah’ yang mencakup segala usaha pihak yang kuat demi penyelamatan pihak yang lemah. Karena itulah ketika kita lemah menghadapi pihak atau masalah yang besar, maka kita akan berseru: “Selamatkanlah aku/kami” agar Tuhan kita yang Mahakuasa datang menyelamatkan.

Itulah yang harus kita puji, syukuri dan nyanyikan di hari Pesta Paskah ini. Karena Yesus telah menang menaklukkan kuasa dosa, iblis dan maut yang telah memenjarakan seluruh manusia. Yesus adalah Raja yang menang mengalahkan musuh utama kita. Manusia telah sejak dahulu terpenjara di dalam kematian sebagai upah dosa kita. Manusia terus meminta tolong: Selamatkanlah kami. Dan Allah turun tangan dengan menjadi manusia di dalam Tuhan Yesus. Dan Yesus langsung turun tangan memasuki kematian dan dikuburkan. Dan di sanalah Yesus mengalahkan kematian selama-lamanya. Dan memberikan kita hidup kekal. Nyanyikanlah itu dengan sukacita.

Dan kita diyakinkan, bila kita menghadapi masalah dan kita lemah, segeralah berseru kepada Yesus: “Selamatkanlah aku”. Pasti, Yesus, yang adalah Juruselamat dan Penguasa yang tak terkalahkan akan membantu dan menyelamatkan kita.

Doa:       Kami puji, nyanyikan dan syukuri kemenanganMu ya Yesus yang mengalahkan kematian, musuh utama kami,shingga kami beroleh keselamatan. Amin. (STPS)

MENGALAMI KEBANGKITAN YESUS

Ev. Yohanes 20:24-31

Murid-murid sudah mendengar berita kebangkitan Yesus. Di awalnya mereka ragu-ragu. Tetapi mereka menjadi percaya ketika mereka sudah melihat dan mengalami peristiwa kebangkitan itu. Karena itulah mereka pergi memberitakannya kepada orang lain dengan mengatakan: Kami telah melihat Yesus. Hanya orang yang sudah mengalami peristiwa kebangkitan Yesuslah, yang menjadi percaya dan yang bisa memberitakan berita Injil keselamatan itu kepada  orang lain. Mereka akan mengatakan: Kami telah melihat.

Tetapi ketika mereka mengatakan itu kepada Tomas, dia tidak bisa terima sebelum dia sendiri melihat dan mengalaminya. Sikap skeptis yang sempurna.Karena itulah, Tomas menjadi “cap”, bila ada orang yang sulit percaya kita akan mengatakan: “Kau ini seperti Tomas”. Lalu bagaimana dia bisa menjadi percaya? Ketika dia turut menlihat dan mengalami peristiwa kebangkitan itu. Karena Yesus sendiri menampakkan diri kepada Dia, maka dia langsung percaya.

Memang, iman percaya bukanlah dengan gelap mata atau membabi-buta. Tetapi sering memerlukan pertimbangan yang masak. Dan biasanya, iman yang melalui fase seperti itu sangat kokoh. Seperti Tomas, pada akhirnya menjadi penginjil hingga ke Persia dan India dan mati martir di India. Imannya kokoh kerena melalui pergumulan yang matang. Kita juga memerlukan hal serupa. Gumuli imanmu setiap hari. Maka kita akan memperoleh kebenaran yang pasti. Dan kita akan gidih bukan hanya mempertahankan tetapi memberitakan.

Karena itu jangan pernah langsung menghukum orang yang skeptis. Tetapi bantulah mereka agar mengalami segala sesuatuagar menjadi pengalaman pribadinya, sehingga dia menjadi orang yang kokoh dan giat memberitakan yang diimaninya.

Doa:       Ya Yesus, nyatakanlah padaku kebangkitanMu agar menjadi pengalaman pribadiku, sehingga imanku menjadi kuat dan giat memberitakan kebangkitanMu. Amin. (STPS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.