Jumat, 19 April 2019

JUMAT AGUNG

YESUS TERKUTUK KARENA DOSA KITA

Ep. Mika 7:7-13

Yesus adalah pengharapan baru bagi Sion, umat Allah, yang terpuruk dalam gelap karena dosanya, namun menyadari dan menunggu terang Tuhan, dan anugerah  keselamatanNya.  Tuhan kita baik tapi adil, dosa harus dihukum; Yesus menjalani kehinaan dan kematian di kayu salib untuk dosa kita

                Sejak Perjanjian lama  manusia di dunia ini melakukan berbagai kejahatan yang masih terus berlanjut setelah pengorbanan Yesus di kayu salib, sampai masa kini.   Berbagai kejahatan yang terjadi sekarang telah dimulai sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa yaitu kesombongan dan ketidak taatan kepada Tuhan yg menjadi kejatuhan Hawa dan Adam, menyembah berhala, mengabaikan perintah Tuhan, membunuh (bahkan saudara kandung), tidak menghormati orangtua, berzinah, berbohong, mengangkangi hak orang lain, iri hati/kecemburuan, dan segala bentuk  rekayasa kejahatan-kejahatan tersebut.   Allah yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah adalah juga Maha Adil, penghakimanNya akan jatuh kepada manusia yang terus hidup dalam dosa, dan alam semesta juga akan menderita karena perbuatan manusia.

                Bagi yang sungguh sungguh bertobat, dan sabar berharap dalam iman, dan tunduk memperbaiki diri sesuai dengan FirmanNya, dia boleh berharap kepada keselamatan dari Allah Bapa dalam  Yesus Kristus pada waktu yang ditetapkan Tuhan.  Tidak ada yang dapat menghalangi kasih setia Allah Bapa dalam Yesus Kristus bagi umat Allah  yang setia dan taat kepadaNya. Yesus telah mati – turun kedalam kerajaan maut– dan bangkit kembali untuk menghapus dosa-dosa kita dan mendamaikan kita dengan Allah Pencipta Langit dan Bumi. 

Doa:       Ya Tuhan, Allah Bapa dalam Yesus Kristus, teguhkanlah kesetiaan dan ketaatanku kepadaMU agar aku kau layakkan menerima keselamatan dalam Yesus Kristus. Amin. (BDFS)

YESUS TERKUTUK KARENA DOSA KITA

Ev. Markus 15: 22-32

Derita Yesus dalam proses penghakiman para pejabat pemerintah dan pemimpin agama serta orang-orang beragama, sampai dengan Yesus mati di kayu salib memberikan gambaran dan pengetahuan betapa manusia dapat menjadi amat jahat, kejam dan tidak adil demi maksud hatinya tercapai melalui segala cara.

                Dalam menjalani penderitaaanNya Yesus memenuhi nubuatan dan Firman Tuhan tentang Misi Keselamatan Allah untuk membebaskan manusia dari dosa dan membuka kembali akses manusia untuk kembali menjadi keluarga Allah– pewaris sorga bersama dengan Dia. Yesus adalah the “Silent Sufferer” yang taat dituntun sebagai penjahat walaupun tidak ada satupun tuduhan yang membuktikan ada kesalahanNya (baca Yesaya 53:7).  Memberikan teladan bagi kita untuk teguh dalam iman dan keyakinan kita kepada Firman Tuhan.

                Dalam peristiwa Golgatha, orang-orang yang berpendidikan tinggi di bidang ilmu pengetahuan maupun agama, orang-orang berjabatan tinggi di pemerintahan dan agama serta rakyat yang dihasut, bersatu untuk melakukan ketidak adilan melalui sistim yang sah yang ternyata bukan sistim Kebenaran dan Keadilan.   Sadarkah kita bahwa ketidak adilan dapat juga terjadi melalui sistim suara terbanyak, seperti yang dialami Yesus?

                Pada perenungan hari ini, kita di ingatkan bahwa sumber kebenaran dan keadilan hanyalah Firman Tuhan.   Oleh karena itu dengar-dengaran lah kepada Firman Tuhan dalam suka maupun duka dan tetap berbuat baik, setia kepada Misi Yesus Kristus agar kita terhindar dari kecenderungan keinginan dan pikiran yang salah.

Doa:       Ya Tuhan, Allah Bapa dalam Yesus Kristus, teguhkanlah kesetiaan dan ketaatanku kepada FirmanMu dan tuntun aku mewujudkan iman dalam perbuatan agar aku  layak menerima keselamatan itu. Amin. (BDFS)

About the author: bksmarturia

2 comments to “Jumat, 19 April 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.