Minggu, 14 April 2019

Minggu Palmarum

ROH PENGASIHAN

Ep.  Zakaria 12 : 10-14

Di tengah-tengah bahaya pada hari pertempuran orang-orang Yahudi berseru meminta pertolongan dari Allah. Allah mendengar seruan mereka dan mencurahkan Roh KudusNya untuk memberikan kasih karuniaNya dan menjawab doa mereka. Banyak umat yang bertobat yang kemudian sadar bahwa mereka bersalah karena menyebabkan Yesus, Sang Mesias mati di kayu salib.

                Ayat-ayat bacaan kita hari ini berbicara tentang pertobatan orang-orang Yahudi secara perse-orangan yang mulai sadar dan mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias sejati. Ratapan mereka sangat memilukan, karena setiap keluarga, setiap suami dan isteri meratap sendiri-sendiri secara pribadi. Setiap orang Yahudi harus bertobat secara pribadi dari dosa-dosanya dan dari penolakannya terhadap Yesus Kristus.

                Gambaran nubuatan dari pertobatan ialah: Pertama, pertobatan datang hanya oleh anugerah Allah (Ayat 10a). Kedua, pertobatan biasanya datang bersama dengan ratapan (Ayat 10b). Pertobatan terjadi ketika orang-orang berdosa memandang kepada Yesus (Ayat 10c).  Anugerah berbicara tentang kebaikan Allah dalam menyelamatkan orang-orang yang telah di pilih untuk di selamatkan. Sebagaimana Anugerah telah diberikan kepada bangsa Israel dahulu kala, itupun berlaku bagi kita sekarang. Kalau kita masih diberikan kesempatan untuk mendengar renungan pada hari ini, itu adalah Anugerah. Banyak orang bertobat karena sadar akan dosa-dosanya, dan sadar bahwa dia membutuhkan Yesus, sebagai Juruselamatnya. Yang pasti karena Roh Pengasihanlah sehingga kita mendapatkan kesempatan untuk  untuk bertobat dan menerima keampunan. Jangan terlambat, sekarang waktunya untuk bertobat.

Doa:       Tuhan, kami sadar bahwa karena dosa-dosa kami, Engkau di salibkan. Kami ingin bertobat, ampuni kami Tuhan. Amin. (DEL)

PENTINGNYA SELALU SIAP SEDIA

Ev.  Mateus 25:1-13

Yesus menceriterakan perumpamaan tentang 10 gadis kepada para pengikutnya. Perumpamaan ini menekankan bahwa semua orang percaya harus senantiasa memperhatikan keadaan rohani mereka sendiri mengingat Kristus bisa datang kapan saja, mungkin pada saat yang tidak diketahui dan tidak di duga. Kita harus selalu bertekun dalam iman supaya bila hari dan jam itu tiba, kita akan diterima oleh Tuhan yang datang kembali (Ayat 10). Kelalaian memelihara hubungan pribadi dengan Tuhan pada saat kedatanganNya kembali, dapat berakibat fatal, dikucilkan dari kehadiran dan kerajaanNya. Yesus menasehati para pengikutnya agar “terus berjaga-jaga” selama masa kehadiran Yesus akan datang, dan mereka harus siap menyambutnya seperti lima gadis yang bijaksana itu. Dengan begitu, mereka akan terus mengingat harapan mereka yang luar biasa dan akhirnya mendapat berkat. Nasihat ini juga berlaku bagi kita. Selagi masih ada kesempatan, mari kita bertobat dan meningkatkan iman percaya dan menjaga hubungan baik dengan Tuhan.

                Kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Yang dimaksud dengan kedatangan Tuhan disini adalah kedatanganNya pada hari kiamat atau saat kita di panggil Tuhan. Kita tidak tahu kapan, dimana dan saat apa kita mati. Tidak ada seorang pun yang tahu, malaikat Tuhan pun tidak tahu. Tudia ho dung mate ho, sai pingkir ma tudia ho; Jempek tingkim ujung na ro, tudia ho dung mate ho? Sai pikir ma tudia ho. Sebab itu, mari kita tingkatkan iman percaya kita dengan semakin rajin membaca Alkitab (1 Pet.2:2), berdoa (Fil.4:6), beribadah (Ibr.10:25 dan Yoh.4:24), bersekutu (Kis.2:41-42) dan bersaksi (1 Yoh.1:2). Pentingnya untuk tetap mempersiapkan diri mengingat kedatangan hari Tuhan itu tidak seorangpun yang mengetahuinya.

Doa:       Tuhan Yesus, kuatkan kami supaya selalu berjaga-jaga menantikan kedatanganMu yang kedua kalinya, supaya kami siap bersamaMu naik ke Sorga. Amin. (DEL)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.