Minggu, 7 April 2019

Minggu Judika

TUHAN YANG MAHA KASIH

Ep. Yohanes 15:9-15

Apakah daya tarik utama sehingga Saudara dan miliaran orang mau mengikut Yesus. Tidak lain tidak bukan adalah kasihNya. Itulah yang membedakan dan menjadi keunggulan Yesus dari Juruselamat lain. Yaitu kasih sejati,murni, tulus, tanpa cacat, tanpa pamrih tetapi yang mau mengorbankan nyawaNya bukan untuk orang baik tetapi untuk keselamatan kita orang berdosa ini. Kita baca di Yohanes 3:16. Dan Yesus mengatakan di Matius 22:37-40 bahwa intisari seluruh Alkitab adalah: Kasih sebagaimana. Karena itulah agama Kristen sering disebut agama kasih. Itulah yang membedakan kita dari agama lain, yaitu gaya hidup yang mau mengasihi tanpa syarat.

                Karena itu, kasih adalah tanggungjawab kita. Mengasihi bagi orang Kristen, bukanlah pilihan, tetapi kewajiban. Yang sudah mengalami kasih Tuhan Yesus wajib hidup dalam kasih, membagikan kasih Yesus. Hidup dalam kasih itulah bukti bahwa kita adalah benar pengikut Yesus yang sejati. Dengan membagikan kasih itulah, kita meyakinkan semua orang bahwa Tuhan kita Yesus Kristus masih terus mengasihi semua orang hingga hari ini.

Kasih itulah membuat kita menjadi bernilai seperti dikatakan  Thomas a Kempis, pernah mengatakan: Tanpa kasih, semua pekerjaan tidak bernilai. Tetapi sekecil apapun yang dilakukan atas dasar kasih. Ia akan berbuah lebat. Sebab Allah lebih memperhatikan besarnya kasih yang mendorong seseorang ketimbang apa yang dia capai. Bila kita melakukan sesuatu dengan kasih, kita tidak pernah merasa sudah memberi terlampau banyak, atau capek, mengeluh, bersungut-sungut atau pamrih. Karena itu, lakukanlah segala sesuatu dengan didasari kasih dari Tuhan Yesus.

Doa:       Tuhan, sadarkan aku akan kasihMu kepadaku agar aku hidup dalam kasihMu dan mau membagikan kasihMu kepada orang lain. Amin. (STPS)

SALIB ADALAH HIKMAT ALLAH

Ev. Mazmur 25:1-7

Nats hari ini memberikan kita beberapa hal untuk kita teladani dari pemazmur ini: Pertama, bila kita menghadapi masalah dari orang yang membenci kita tanpa alasan, teladanilah pemazmur yang berseru: “KepadaMu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku” (Ayat 1). Disini digunakan kata “batakh” artinya, menyerahkan hidupnya sepenuhnya tanpa sedikitpun keragu-raguan, karena dia sangat mengenal Allah. Itulah juga seruan minggu Judika hari nini, mengatakan: Belalah perkaraKu. Tidak membalas, tetapi menyerahkan seluruh perkaranya kepada Tuhan, dan membiarkan Tuhan yang bertindak. Mengapa? Karena dia sangat yakin, Tuhan tidak akan membuat dia malu (Ayat 2).

                                Kedua, dari Ayat 4-5 mari kita meneladani, agar tetap rindu untuk senantiasa berjalan di jalan Tuhan. Kapan saja, di mana saja, dalam keadaan apa saja, waktu kaya atau miskin, memiliki jabatan atau tidak, dihormati atau dihina – keinginan kita hanyalah tetap berjalan di jalan Tuhan. Membuat tujuan hidup kita hanyalah untuk melakukan kehendak Tuhan. Karena kita adalah milik Tuhan Yesus yang sudah ditebus dengan darahNya. Karena itu adalah hutang atau kewajiban kita untuk senantiasa melakukan kehendakNya.

                                Ketiga, mari kita teladani kejujuran pemazmur mengakui dosa-dosanya. Ingatlah, Tuhan sangat menantikan kita mau datang mengaku dosa-dosa dan kelemahan kita kepadaNya.Kita membawa semua dosa kita ke Tuhan Yesus, maka Dia pasti mau menghapusnya (Baca 1 Yohanes 1:9). Dosa yang kita sembunyikan hanya akan membuat kita tertekan, merasa takut dan menjauh dari Tuhan. Tetapi bila kita mengaku dosa kita, Tuhan akan menghapuskannya, membuat kita merasa lega, tenang dan bersukacita.

Doa:       Ya Tuhan, hanya kepadaMu aku berserah menghadapi semua yang memusuhi aku. Aku hanya ingin berjalan di jalanMu. Dan aku mau mengaku seluruh dosa-dosaku. Amin. (STPS).

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 7 April 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.