KRISTUS DAN PENGHARAPAN KEBANGKITAN

Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan (1 Korintus 15:13)

 Mzm. 41:2-4                             BE.  342:3                           Yoh. 5:17-20

Kematian dan kebangkitan Kristus┬ádalam pasal 15 ini Rasul Paulus menjelaskan pokok masalah tentang kematian dan kebangkitan. Karena kala itu jemaat Korintus “diganggu” oleh orang-orang yang tidak percaya akan kebangkitan. Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka logikanya adalah┬áKristus juga tidak dibangkitkan; menolak yang satu berarti menolak yang lainnya. Mempertanyakan kuasa Sang Pencipta yang memberikan kehidupan di masa mendatang berarti mempertanyakan mujizat Paskah di masa lampau (1 Kor.6:14), dan bukan hanya itu, Paskah itu jauh dari sekadar sebuah peristiwa unik di masa lampau ini adalah suatu tindakan menyelamatkan yang menentukan kehidupan semua orang percaya.

                Tanpa kebangkitan Kristus, tidak ada ciptaan yang baru (2 Kor.5:17). Yesus dibangkitkan pada hari yang ketiga, keraguan orang-orang Korintus akan kebangkitan Kristus dijawab oleh Paulus dengan memberikan bukti meyakinkan bahwa ada banyak orang yang melihat Yesus setelah kebangkitan, antara lain kepada Kefas (Petrus), kedua belas rasul, lebih dari lima ratus saudara sekaligus, Yakobus, kemudian semua rasul. Mereka semua adalah saksi dari kebangkitan Kristus, berita kematian dan kebangkitan Kristus telah dinyatakan dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kekristenan dan orang percaya. Oleh karenanya yang menjadi tanggung jawab setiap orang percaya ialah mempelajari Kitab Suci dengan baik, sehingga Iman kita menjadi kuat dan setiap kita pula 
dapat melakukan pembelaan Iman berdasarkan Alkitab, d
ari kematian Ia menciptakan kehidupan (lihat pula Yehezkiel 37).

Doa:       Ya Tuhan Allah kami, berikanlah kepada kami pengertian yang daripadaMu, sehingga kami dapat memahami kebangkitanMu untuk memberikan jaminan kepada kami atas kehidupan yang Kekal. Amin. (SSi)