BERSERULAH SELALU KEPADA TUHAN

Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku (Mazmur 120:1)

Mzm. 42:1-8                      BE. 161:1                      Mat. 8:23-27

Mazmur ini adalah mazmur ziarah yang berarti meningkat kualitas dan kapasitasnya menuju kearah yang lebih baik dan lebih matang. Apabila lingkungan sarat dengan caci maki, sumpah serapah, janji palsu, dusta, hidup di tengah-tengah bangsa pendusta dan penipu, orang yang suka dendam bahkan orang yang benci pada perdamaian, apa respon kita? Apakah kita peduli? atau acuh tak acuh atau tidak mau tahu, masa bodoh?.

   Pergumulan orang yang berziarah, ikut peduli untuk memperbaiki, Ia mengadukan kesesakannya kepada Allah. Kepekaan moralnya meningkat, kepedulian dan pergulatan batinnya memberontak terhadap keadaan yang tidak benar. Kiranya Allah campur tangan, mendengar seruan keprihatinannya. Orang yang berziarah (yang meningkat kehidupan berimannya) memiliki keberanian untuk menegur dengan bijak, tegas, yang bertujuan untuk memperbaiki, memperkuat kebenaran baik dalam ucapan kepedulian maupun dalam  karya nyata kearah pemulihan, tidak berdiam diri. Karena ia sadar bahwa bila ada kebaikan dan tidak dilakukan itu adalah dosa bagi Allah.

Situasi menjelang Pilpres dan Pileg saat ini yang banyak diisi oleh berita-berita hoax, dusta, tipu,  caci maki, sumpah serapah, janji palsu tentu bisa saja membuat banyak orang ketakutan jangan-jangan akan terjadi kekacauan di negeri ini. Maka sebaiknya kita mengikuti jejak langkah pemazmur, yaitu dengan memohon pertolongan Tuhan untuk diberi keberanian untuk berkontribusi memperbaiki melalui hikmat dan teguran menyuarakan kebenaran dan perdamaian, agar ada pertobatan.

Doa:       Tuhan, jadikan kami sebagai terang yang menyinari lingkungan kami dan pembawa damai di sekitar kami. Amin. (DSim)