Minggu, 17 Maret 2019

Minggu Reminiscere

PERTOBATAN DAN PEMULIHAN AYUB

Ep.  Ayub 42:1-6

Ayub seorang tokoh legendaris iman yang menjadi teladan bagi kita. Iblis menyerang fisik, emosi bahkan rohaninya, tetapi Ayub tetap bertahan hidup dengan kebenaran iman tanpa goyah, walau Elifas dan teman-temannya mendorong Ayub untuk mengaku dosanya. Mereka beranggapan bahwa Ayub telah berdosa dan oleh karenanya patut menderita. Hal ini membuat Ayub hidup dengan kesalahpahaman bahwa Allah yang langsung menyebabkan penderitaannya. Ayub tidak sadar bahwa iblislah yang menjadi sumber musibah itu. Sekalipun Allah yang mengizinkan iblis menyiksa Ayub, tetapi iblis yang melaku-kannya.

                Perikop hari ini menunjukkan bahwa dengan menyesal dan penuh kerendahan hati Ayub mengakui bahwa Allah melakukan segala sesuatu dengan baik; dan segala sesuatu yang di izinkan Allah terjadi, termasuk penderitaan yang sangat berat, semua itu dilaksanakan dalam hikmat. Dia juga mengakui bahwa cara-cara Allah jauh diluar jangkauan pemahaman manusia yang membuat kesalah-pahamannya.
                Saudaraku, ketika kita mengalami masalah yang tidak sesuai dengan keinginan apakah kita siap seperti yang Ayub lakukan?
Atau justru menghujat dan mempertanyakan “dimana Tuhan”! Allah itu sabar, penuh simpati. Jika kita tahan menderita, Allah menyatakan kehadiran-Nya dan menyampaikan perhatianNya kepada kita. Memang, mengikut kehendak Tuhan sering menjadi misteri bagi kita, namun yang pasti pertobatan adalah kunci dari pemulihan. Ayub merendahkan diri dalam penyesalan dan memandang dirinya seperti “debu dan abu” dihadapan Allah yang kudus. Ia mengakui bahwa tuduhannya kepada Allah tidak pantas dan untuk itulah ia menyesal dan kembali setia kepada Allah.                                                                  

Doa:       Tuhan, Engkau adalah Tuhan yang penuh kuasa. BersamaMu kami sanggup menghadapi semua penderitaan dan pencobaan. Hadirlah selalu dalam diri kami, agar kami tidak takut melawan si jahat. Amin. (DEL)

YESUS KRISTUS IMAM BESAR AGUNG
Ev.   Ibrani 4:14-16

Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung milik semua orang percaya. Yesus menjabat sebagai Imam Besar untuk selama-lamanya dan Dia hidup untuk selama-lamanya. Pelayanan Yesus sebagai Imam Besar meliputi: Pertama, mencurahkan darahNya di kayu salib dan mati sebagai pengganti orang berdosa. Kedua, menjadi pengantara perjanjian baru yang lebih baik supaya semua yang telah terpanggil dapat menerima warisan kekal yang dijanjikan; dan dapat senantiasa menghampiri Allah dengan penuh keyakinan.

                Ketiga, memberikan kasih karunia Allah kepada orang percaya, sehingga oleh Kasih Karunia, kita diperbaharui.  Keempat,  Mencurahkan Roh Kudus kepada orang percaya. Kelima, bertindak sebagai perantara Allah dan semua orang berdosa yang mencari pengampunan serta pemulihan.  Keenam, merasakan  penderitaan orang-orang percaya yang berada dalam pencobaan, dan menolong dalam keperluan mereka. Ketujuh, menjadi perantara bagi mereka yang dengan iman datang kepada Allah oleh Dia.

                Karena Kritus dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Ayat 15), kita dapat dengan penuh keberanian menghampiri takhta sorgawi, karena mengetahui bahwa doa dan permohonan kita diterima dan diinginkan oleh Bapa di sorga. Oleh darah Yesus, kita punya keberanian yang penuh untuk masuk ke dalam tempat kudus, karena Yesus telah membuka jalan. Tempat itu disebut “takhta kasih karu-nia” karena dari takhta itu mengalir kasih, pertolongan, kemurahan, pengampunan, kuasa rohani, pencurahan Roh Kudus, karunia-karunia rohani, buah roh dan semua yang kita perlukan dari Allah. Salah satu berkat terbesar dari keselamatan ialah bahwa Kristus kini merupakan Imam Besar kita yang membuka jalan langsung kepada Allah.

Doa:       Tuhan, Engkau adalah Juruselamat kami. Ijinkan kami  menyembah di kakimu yang kudus. Amin. (DEL)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.