Jumat, 15 Maret 2019

PENGHARAPAN MENGHASILAKAN SUKACITA

Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia (Amsal 10:28)

Kis. 8:9-25               BE. 403:1-2                         Yes. 9:13-18

Seorang petani menggarap sebidang tanah dengan cara membajak dan mencangkul supaya tanah mudah ditanami. Sepenuh tenaga dan sepanjang hari dia mengerjakannya, pasti tubuhnya mengalami kelelahan. Setelah tanah siap, dia menabur benih, memberi pupuk, mengalirkan air dari sumbernya untuk mengairi tanah yang telah ia tanami. Setiap hari dia datang untuk merawat tanaman yang tumbuh, membersihkan rumput-rumput liar, memberi anti hama dan serangga. Setelah tanaman hampir berbuah, siang malam dia menjaga agar tidak diserang hama tikus, burung dan juga pencuri. Walaupun tubuhnya sangat lelah, tetapi wajahnya tetap memancarkan sukacita karena dia mempunyai harapan akan mendapatkan hasil besar yang dapat dinikmatinya kelak.

                Ketika seorang petani mengolah tanah, menaburkan benih, memberi pupuk, memberikan sistem pengairan yang baik, menjaga ladangnya dari hama, dan merawatnya dengan intensif, petani tersebut memiliki sebuah harapan bahwa apa yang dilakukannya akan menghasilkan panenan yang besar. Seperti apa pengharapan yang benar itu? Seperti apa pengharapan yang akan membuahkan sukacita? Pertama, pengharapan harus memiliki dasar. Mengapa petani mengharapkan panen?

Salomo mengingatkan bahwa kita harus memiliki pengharapan dan mau menanti hasilnya dengan penuh kesabaran dan ketekunan, sebab jika tidak, kita tidak akan pernah melakukan satu pekerjaan dengan baik. Pengharapan yang benar akan berbuah sukacita.

Doa:       Tuhan berilah kami kekuatan di dalam pengharapan kami sehingga pengharapan kami menjadi kekuatan. Sehingga hidup ini adalah kegembiraan mewujudkan kehendakMu. Amin. (LPH)

About the author: bksmarturia

2 comments to “Jumat, 15 Maret 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.