MANUSIA BARU

Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Efesus 4:24)

Kis. 2:26-36                  BE. 639:1-2                               Yes. 2:1-6

Paulus menegaskan kepada jemaat Efesus agar meninggalkan cara hidup mereka yang lama, yaitu hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah, dengan pikiran sia-sia. Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

                Siapakah manusia baru? Dalam 2 Korintus 5:17 dikatakan: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Mengenakan manusia baru berarti, menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamat, yang sudah memerdekakan hidupnya dari dosa. Manusia baru bukanlah hanya ucapan, tetapi harus ditunjukkan dalam perbuatan. Manusia baru tidak mau lagi kembali melakukan perbuatan buruk, seperti ketika belum menerima Yesus menjadi Juruselamat nya.

                Manusia baru dalam hidupnya selalu berpedoman pada Firman Allah. Seluruh rencana hidupnya disesuaikan dengan kehendak Allah. Man usia baru tentu harus setia kepada Firman Tuhan dan kesukaannya adalah melakukan apa yang diingkan oleh Tuhan. Manusia baru harus mau mengakui segala perbuatannya yang tidak baik, menyesali, serta berjanji untuk melakukan hal yang terbaik dan hal yang terindah di hadapan Tuhan. Hidupnya sepenuhnya hanya diserahkan kepada Tuhan dan tidak mau bergantung sedikitpun kepada kekuatan-kekuatan dunia. Manusia baru selalu berpikir dalam hidupnya segala-galanya adalah Tuhan saja. Mari kita menjadi manusia baru, setia dan taat kepada Tuhan. Amin.

Doa:       Tuhan Yesus, kuatkanlah kami sehingga kami dapat hidup sesuai dengan kehendakMu untuk menjadi manusia baru. Amin. (BSS)