Minggu, 10 Maret 2019

Minggu Invocavit

BERITAKANLAH INJIL YANG BENAR

Ep. Galatia 1:11-18

Paulus mengirim Surat Galatia sebagai surat penggembalaan bagi jemaat Galatia yang sedang menghadapi berbagai masalah dan sebagian besar masalah itu menyerang diri Paulus. Sebagian jemaat tidak mengakui kerasulan Paulus karena Paulus bukanlah murid langsung Yesus dan bukan saksi kebangkitan Yesus. Paulus juga pernah sebelumnya menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus. Tetapi Paulus memiliki kualifikasi yang unik sebagai rasul karena dia bertemu Yesus muka dengan muka di jalan raya Damsyik. Di dalam perjalanan itulah terjadi pertobatan Paulus yang radikal ketika ia masih bernama Saulus.

 Di samping itu juga karena adanya pemahaman orang Kristen Yahudi yang menganggap janji Allah dan anugerahNya hanyalah untuk orang Yahudi saja (eksklusif, partikularisme). Menurut Paulus, janji Allah dan anugerahnya bagi semua orang (inklusif, universalisme). Paulus menegaskan juga, bahwa Injil yang diberitakannya adalah Injil yang benar (asli) yang bukan buatan manusia, bukan diterima  dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkan  kepadanya, tetapi Paulus menerimanya oleh penyataan Yesus  Kristus. Bila ada seseorang memberitakan Injil yang lain, itu adalah Injil yang salah (palsu), dan terkutuklah mereka yang memberitakannya.

                Sejak dulu sampai sekarang selalu saja ada kelompok atau perseorangan yang memberitakan Injil yang salah (atau menafsir sesuai seleranya saja).  Atau ada juga yang memutarbalikkan Injil sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya (untuk kepentingan diri sendiri). Lihatlah Paulus walau banyak menghadapi tantangan namun ia tetap dengan penuh keberanian dan keyakinan bahwa pemberitaan yang dilakukannya akan membuahkan hasil, karena ia memberitakan In jil yang benar dan secara benar.

Doa:       Ya Allah! Berikanlah petunjukMu kepada kami agar kami mampu mengetahui mana Injil yang benar dan yang palsu, dan kami memberitakan Injil yang benar. Amin.  (WM)

JANGAN MENYIMPANG KE KANAN ATAU KE KIRI

Ev.   Amsal 4:18-27

Kitab Amsal, Ayub, dan Pengkhotbah merupakan bagian dari tulisan-tulisan hikmat pada Perjanjian Lama. Kitab Amsal penuh dengan nasihat yang harus dimengerti dan dilakukan oleh orang-orang beriman. Ayat hari ini merupakan bagian dari perikop ”nasihat untuk mencari hikmat (Ams. 4:1-27).” Pada ayat terakhir (27) ditutup dengan suatu pernyataan yang tegas ”janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.” Pernyataan  ini merupakan perintah, yaitu jangan  berjalan menyimpang ke kanan atau ke kiri. Lakukanlah berjalan di jalan lurus, karena berjalan menyimpang ke kanan atau ke kiri adalah  jalan orang jahat atau jalan orang fasik. Berarti jalan itu adalah jalan kejahatan, jalan kegelapan, jalan pemuas nafsu dunia atau yang menyukai dosa, untuk itu jalan ini yang harus dihindari. Jalan yang harus ditempuh adalah jalan lurus, yaitu jalan terang, kebenaran, dan yang menghindari diri dari dosa.

                Masalahnya dari dulu sampai sekarang orang lebih menyukai berjalan di jalan yang menyimpang ke kanan atau ke kiri (bukan jalan  lurus). Kenapa? Jalan itu lebih luas, lebih enak, lebih nyaman walaupun bermuara pada kebinasaan. Sedang jalan lurus itu lebih sempit, tidak enak, tidak nyaman, tetapi bermuara pada keselamatan, kehidupan yang kekal (Mat. 7:13-14). Di hadapan kita kini terbentang  jalan yang menyimpang ke kanan atau ke kiri (bukan jalan lurus) dan jalan lurus. Mana yang akan kita tempuh? Bila kita menginginkan keselamatan dan kehidupan yang kekal maka kita harus berjalan di jalan lurus yaitu jalan yang tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Tetapi bila kita menginginkan kebinasaan maka kita berjalan di jalan yang menyimpang ke kanan atau ke kiri. Jalan mana yang harus kita tempuh? Ingat jangan sampai salah memilih.

Doa:       Ya Allah! Ajarilah kami untuk mampu dan mau ber jalan di jalan lurus dan bukan jalan yang menyimpang ke kanan atau ke kiri, sehingga kami beroleh keselamatan dan kehidupan kekal.  Amin.  (WM)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 10 Maret 2019”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.