Rabu, 27 Februari 2019

MENJADIKAN ALLAH DI PIHAK KITA

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

(Roma 8:31b)

 1 Tim. 1:3-11                BE. 217:1                               Im. 19:1-8

Paulus menyatakan keyakinan imannya bahwa tidak ada yang dapat melawan, menggugat, dan memisahkan orang percaya dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus. Keyakinan ini didapat bukan berdasarkan apa yang kita lakukan bagi Allah, melainkan dari apa yang Kristus lakukan bagi kita. Karya penebusanNya sempurna bagi kita. Ia mati, bangkit, naik ke surga dan menjadi pembela kita. KematianNya menyelesaikan persoalan terbesar kita, yaitu dosa. KebangkitanNya mengalahkan ketakutan terbesar kita, yaitu maut. KenaikanNya ke surga membuktikan bahwa segala kuasa di dunia ini takluk di bawah kakiNya.

                Di saat kita menghadapi berbagai penderitaan dan penga-niayaan, yang memang harus dihadapi oleh setiap anak Tuhan, Yesus ada bersama kita dan mendampingi kita. Menghadapi berbagai pergumulan itu, bersama Tuhan Yesus, kita bukan hanya akan menjadi menang, tetapi kita akan menjadi lebih dari pada pemenang.

                Ketika kita mengalami masalah atau penderitaan, penga-niayaan atau kesusahan, maka seorang Kristen hendaknya tidak berputus asa, atau berusaha lari dari tantangan. Penderitaan memang harus dihadapi. Semua itu mengerjakan kebaikan bagi kita. Tuhan, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (32). Tidak ada yang dapat melawan kita. Ini bukan berarti tidak akan ada perlawanan, namun kita tidak akan dapat dikalahkan di dalam perlawanan tersebut karena Allah di pihak kita, karena kita selalu mengandalkan kuasa Tuhan Yesus.

Doa:       Terimakasih Tuhan atas pembelaanMu melalui pengor-banan Yesus Kristus, kami tidak takut atas masalah dan penderitaan karena Yesus pembela kami. Amin. (DSim)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.