Minggu, 10 Februari 2019

Minggu Kelima Setelah Epiphanias

NAMA KITA ADA DI KITAB KEHIDUPAN

Ep.   Wahyu 3:1-6

S

Sardis merupakan kota yang sangat tua di Asia Kecil. Kota ini sangat  strategis dan menjadi pusat perdagangan. Tetapi juga menjadi pusat penyembahan Dewa Cybele. Banyak pendu-duknya yang hidup hedonis, suka bertikai dan berzinah. Karena itu,  moral di Sardis memprihatinkan. Perilaku demikian mempengaruhi jemaat Sardis. Perilaku jemaat juga memprihatinkan dan kurang memi-liki kasih. Yesus menegur jemaat Sardis dengan keras; ”Aku tahu segala pekerjaanmu, engkau dikatakan hidup padahal engkau mati.”

Artinya mati secara rohani. Jemaat seperti berjalan dengan baik dilihat dari luar, tetapi dari dalam jemaat itu mati, imannya tidak bertumbuh, tidak memenangkan jiwa-jiwa, tidak mau menderita karena Kristus. Yesus menasehati jemaat agar bertobat, berjaga-jaga, karena Yesus akan datang seperti pencuri. Tidak diketahui kapan waktunya. Apakah semua jemaat Sardis bermoral memprihatinkan? Tentu tidak. Ada sekelompok kecil yang bermoral baik, tidak tercemar oleh dosa, dan telah bertobat. Untuk mereka Yesus memberikan garansi tidak akan menghapus nama mereka dari Kitab Kehidupan. Artinya, nama mereka tetap ada dalam Kitab Kehidupan. Dengan demikian mereka akan memperoleh keselamatan, yaitu hidup yang kekal.

                Kita juga mungkin seperti anggota jemaat Sardis. Dari luar  iman kita sepertii hidup dan bertumbuh. Kita rajin beribadah, rajin mengikuti kegiatan gereja. Tetapi dari dalam, iman kita mungkin sudah rapuh, gersang, kering, layu bahkan mungkin sudah mati atau tertidur. Apakah nama kita ada di Kitab Kehidupan? Bila kita ingin nama kita ada di Kitab Kehidupan maka kita harus bangun, bertobat, yaitu berbalik ke jalan Tuhan. Kita juga harus berjaga-jaga, karena Yesus akan datang kedua kalinya seperti pencuri pada akhir zaman.

Doa  :     Ya Allah! Ampunilah dosa-dosa kami. Kuatkan kami berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan Yesus dan nama kami tetap ada dalam Kitab Kehidupan. Amin. (WM)

PERGILAH, TUHAN MENYERTAIMU

Ev.  Keluaran 33 : 1 – 6

A

Allah adalah Allah yang bertindak dalam sejarah kehidupan Israel. Tindakan Allah menolong Israel adalah bukti Allah mengasihi mereka dan berkenan kepada mereka bangsa pilihanNya. Salah satu tindakan yang luar biasa dari Allah adalah mengeluarkan Israel dari perbudakan Mesir untuk menuju tanah yang dijanjikan Allah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, yaitu tanah Tanah Kanaan yang penuh susu dan madu.

Allah adalah Allah yang setia. Walaupun Israel bangsa yang tegar tengkuk, Allah tetap mengasihi mereka, akan memberikan Tanah Kanaan menjadi milik mereka. Tanah Kanan bukanlah tanah yang kosong, tetapi tanah yang berpenghuni, dihuni oleh orang Kanaan, Amori, Het, Feris, Hewi dan Yebus. Untuk itu Allah memilih dan memanggil Musa, kemudian Yosua untuk memimpin misi tersebut dan menugaskan malaikat Tuhan menyertai mereka. Penyertaan malaikat sebagai simbol penyertaan Allah dalam misi tersebut. Fakta menyatakan Israel akhirnya keluar dari Mesir dan memasuki Tanah Kanaan dengan keringat, air mata dan darah.

                Kita adalah musyafir yang sedang berjalan, pergi melakukan misi menuju tujuan akhir hidup kita yaitu hidup yang kekal di sorga. Perjalanan hidup kita bukanlah jalan tol tetapi jalan yang penuh ancaman, tantangan dan hambatan. Mungkin kita sering takut dalam perjalanan itu. Kita tidak pantas sampai ke tujuan itu karena kita bergelimang dosa. Tetapi ingat, Yesus mengasihi kita dan berkenan kepada kita. Yesus menyatakan; ”Aku menyertaimu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Karena itu, jangan takut pergi untuk menyampaikan kabar baik. Tentu hal itu bisa terjadi kalau kita bertobat dan  mengandalkan Yesus dalam hidup kita sehari-hari.

Doa  :     Tuhan Yesus! Sertailah kami untuk pergi menyampaikan kabar baik dan untuk  pergi menuju tujuan hidup kami. Sertailah kami di setiap tempat dan waktu. Amin. (WM)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.