Minggu, 3 Februari 2019


Minggu Keempat Setelah Epiphanias

NYANYIAN SYUKUR DARI ORANG YANG
DITEBUS TUHAN´╗┐

Ep.   Mazmur 107:1-9

D

Dalam ibadah syukur, imam mengajak umat seluruhnya untuk bersyukur kepada Tuhan sebab Dia baik bahwasanya untuk selamanya kasih setiaNya. Kesetiaan Allah itu jauh melampaui apa yang dapat diharapkan manusia. Kasih setia itu berinti pada  pembebasan yang disebut penebusan. Demikianlah Dia, mengum-pulkan orang-orang buangan dari empat penjuru angin. Dalam perja-lanan pulang yang menyeberang gurun, mudah kehilangan jalan, karena seperti di laut tidak ada tanda-tanda. Seandainya bekal habis, orang lemas, kelaparan dan kehausan. Di tengah  kesusahan itu orang mengangkat suara dengan harapan bahwa mereka didengar dan ditolong. Oleh karena itu orang akan  bersyukur kepada Tuhan karena mereka telah mengalami  kasih setia Tuhan. Sesudah pembuangan, jalan lurus dipahami sebagai jalan pulang dari Babel  ke Yerusalem.

                Mazmur ini menasehati orang tertebus untuk memuji Tuhan karena kelepasan  dari situasi yang parah  dan berbahaya. Pemazmur menggunakan contoh untuk melukiskan bahwa Allah menanggapi kesulitan ekstrim umatNya manakala berdoa, lapar dan dahaga, perhambaan, sakit parah hingga nyaris meninggal dan bahaya badai.

                Mazmur ini relevan sekarang ini bagi orang percaya yang di dalam kesesakan dan berseru kepada Tuhan; membangun iman dan mendorong kita selama saat-saat kita memerlukan campur tangan Tuhan  secara khusus di dalam kehidupan kita. Berseru kepada Allah pada masa kesesakan, kita yakin Allah akan melepaskan kita dari kecemasan. Allah sering kali menuntun umatNya ke tempat dimana kemampuan diri gagal dan dimana manusia tidak dapat menolong, supaya kita dapat bersyukur kepadaNya dengan iman  yang tulus. 

Doa  :     Tuhan, kami berterimakasih dan bersyukur kepadaMu,  yang telah menebus kami dari kutuk dosa, dan memberikan kami kelimpahan berkat.  Amin. (PMS)

PELAYANAN YANG DIURAPI ROH

Ev.    Lukas 4:16-21

Y

Yesus pergi  menurut kebiasaanNya  pada hari Sabat ke rumah ibadat. Tata ibadah dalam kebaktian itu memberi corak di kemudian hari tata ibadah dalam kebaktian Kristen. Pertemuan dimulai dengan semacam pengakuan iman, kemudian pembacaan Alkitab yang dilakukan dengan berdiri sebagai penghormatan kepada Firman Allah. Ketika Yesus memberi  tanda  bahwa Ia mau melakukan  pembacaan dari kitab-kitab para nabi, diberikanlah kepadaNya gulungan Kitab Yesaya. Dia membuka gulungan itu sampai Dia menemui Yesaya 61:1-2 yang dikutip dalam Lukas 4:18-19.

                Untuk menunjukkan pelayananNya, Yesus  diurapi oleh Roh Kudus. Yesus menerangkan maksud pelayananNya yaitu: (1)  Untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, papa, menderita, hina, patah semangat, hancur hati dan mereka yang gentar pada FirmanNya. (2) Untuk menyembuhkan mereka yang memar dan tertindas. Penyem-buhan ini meliputi segenap pribadi, baik jasmani maupun rohani. (3) Untuk mencelikkan  mata rohani mereka yang dibutakan oleh dunia dan Iblis agar mereka dapat melihat kebenaran kabar baik Allah. (4) Untuk memberitakan saat pembebasan dan penyelamatan yang sesung-guhnya dari kuasa iblis, dosa, ketakutan  dan rasa bersalah. Dengan kedatangan Yesus Kristus dan pelayananNya, nats ini sudah genap artinya maksud dan tujuanNya pada asasnya sudah dilaksanakan.

                Semua orang yang dipenuhi Roh terpanggil untuk ikut Yesus serta ambil bagian dalam pelayananNya. Untuk mampu melakukan itu, kita harus menyadari sungguh-sungguh kebutuhan dan kesengsaraan yang diakibatkan oleh dosa dan kuasa iblis yang dahsyat seperti perbudakan, kehancuran hati dan penderitaan fisik. Sebab itu kita harus bertobat, supaya pelayanan dan hidup kita berkenan bagi Tuhan.

Doa  :     Bapa, perlengkapilah kami dengan kuasa RohMu, urapilah kami supaya kami dapat memberitakan kebenaran FirmanMu kepada semua mahluk hidup.  Amin. (PMS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.