Minggu, 27 Januari 2019

Minggu Ketiga Setelah Epiphanias

KESELAMATAN BAGI SELURUH BANGSA

Ep.   Kisah Para Rasul 15:1-11

          Dalam perjalanan bahkan setelah tiba di Yerusalem pun, Paulus dan Barnabas menyampaikan kabar sukacita. Sehingga banyak orang-orang non Yahudi yang sebelumnya tidak mengenal Allah menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Paulus menyampaikan panda-ngannya, bahwa Injil diberikan bukan hanya kepada bangsa Yahudi, melainkan juga kepada seluruh bangsa, termasuk non Yahudi.

Karena itu para rasul dan penatua bersidang di Yerusalem. Sidang tersebut sangat ramai dan penuh dengan adu pendapat; mungkin lebih seru daripada sidang paripurna DPR untuk membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Negara (APBN). Pada saat terjadi kebuntuan, Petrus pun yang menjadi pemimpin jemaat, tampil ke depan untuk menengahi perdebatan. Apa yang disampaikan Petrus sebetulnya dapat diringkas dalam kalimat yang sederhana yaitu, bahwa Tuhan telah memberikan keselamatan kepada semua orang, baik orang Yahudi maupun non Yahudi. Dengan demikian, seharusnya gereja bersikap netral terkait tradisi yang dibawa dari adat istiadat Yahudi. Kecuali adat budaya yang jelas dianggap bertentangan dengan Firman, maka gereja harus fleksibel dan tidak membebani jemaat.

Petrus merasa terpanggil sebagai pemimpin jemaat mula-mula, sesuai dengan amanat Tuhan Yesus kepadanya, yaitu “Gembala-kanlah domba-dombaKu” (Yoh. 21:15-17). Pada awalnya memang Tuhan mempercayakan domba-domba atau jemaat dari kalangan orang Yahudi, tetapi ketika gereja mula-mula mulai berkembang, hingga menjangkau orang-orang non Yahudi. Kita patut bersyukur karena melalui para misionaris dan hamba Tuhan, berita keselamatan itu mencapai Tano Batak, hingga kita sekarang ini ikut menerima kasih karunia keselamatan dan menjadi pewaris kerajaan sorga.

Doa  :     Terima kasih Tuhan atas hikmat dan damai sejahtera yang Engkau berikan kepada hambaMu, sehingga kami juga ikut memperoleh kasih karunia keselamatan. Amin. (LasN) 

 

KUASA FIRMAN TUHAN

Ev.   Yesaya 45:18-25

       Alkitab adalah sabda atau firman Tuhan yang hidup dan berkuasa, Tuhan sendiri yang berfirman kepada manusia.  Bahkan alam semesta dan seluruh isinya ini sudah diciptakan oleh firman Tuhan  (Kej.1:1-15).  Di Ibrani 11:3 disebutkan: “Alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”

Ketika kita membaca Alkitab, kita sedang mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita. Perkataan Tuhan itu mempunyai kuasa untuk mencipta, melepaskan, menyembuhkan, menghiburkan dan menyelamatkan.  Firman itu adalah Tuhan Yesus sendiri, Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya seperti tertulis:  “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:1-3, 14). Kita percaya  dan mengakui kebe-naran Alkitab sebagai firman Tuhan yang hidup dan berkuasa. Akan tetapi sebagian orang memperlakukan Alkitab secara tidak wajar:   membaca Alkitab jika sedang luang saja, atau  hanya saat beribadah di gereja saja. Saat dihadapkan pada masalah kesulitan hidup mereka merasa  kuatir dan ragu terhadap kuasa firman Tuhan. Bahkan mereka  lebih mempercayai dan mendengar pendapat manusia, lebih menuruti nasihat orang fasik daripada mengikuti petunjuk firman Tuhan. Sebagai orang percaya marilah kita bersekutu dengan Tuhan melalui Alkitab.

Doa  :     Bapa sorgawi, FirmanMu sebagaimana tertulis dalam Alkitab sangat berkuasa. Aja kami tekun membaca Alkitab,  supaya kami selalu bersekutu denganMu. Amin. (LasN)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.