Minggu, 20 Januari 2019

Minggu Kedua Setelah Epiphanias

KEBAHAGIAAN YANG SEMPURNA HANYA ADA DI DALAM TUHAN

Ep.   Mazmur 16:1-11

         Mazmur ini merupakan doa permohonan dan pengakuan iman yang mengatakan bahwa hanya ada satu sumber kebaha-giaan, perlindungan, dan keselamatan yang kekal, yaitu Tuhan Allah. Tuhan tidak menyerahkan umatNya kepada dunia orang mati. Justru Tuhan Allah yang melepaskan manusia dari kematian yang kekal, yaitu melalui kematian Yesus di kayu salib.

Mencari kebahagiaan, kehidupan dan keselamatan di luar Tuhan memperbesar kesedihan (Ayat 4). Di Yohanes 3:36, Yesus sendiri berkata: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya”. Harta benda tidak menjamin hidup penuh sukacita. Tetapi, jika kita menuruti perintah Tuhan dan tinggal di dalam kasihNya, sesuai dengan FirmanNya yang mengatakan: “SukacitaKu ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh.15:11).

Sukacita ini hanya dapat kita rasakan, jika kita menyerahkan kehidupan kita dikuasai oleh Tuhan secara total. Yesus berjanji “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat.28:20). Tuhan tidak pernah ingkar akan janjiNya, Dia pasti menepatinya. Sukacita yang ditawarkan oleh dunia ini sifatnya sementara, tidak bertahan lama. Sukacita yang melimpah dan yang tak lekang oleh waktu hanya kita temukan di dalam Yesus, dan sukacita itu diken-dalikan oleh Roh Allah. Kita mendapatkan sukacita yang berlimpah karena ada Roh Kudus di dalam diri kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihati: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!  Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4). Amin.

Doa : Tuhan, kami yakin dan percaya bahwa hanya bersamaMu kami dapat menikmati kebahagian, karena Engkaulah sumber dari segala berkat dan kasih karunia. Amin. (DEL)

 

YESUS PENUH DENGAN KUASA

Ev.   Markus 1:21-28

          Manusia mempunyai keterbatasan. Keterbatasan ini membuat kita sering khawatir dan takut. Banyak orang merasa takut menolong orang yang mengalami kecelakaan di jalan raya, padahal orang itu membutuhkan pertolongan. Kita sering takut menghadapi penjahat, penguasa dan kuasa-kuasa kegelapan dunia ini. Penginjil mula-mula mengatakan kepada nenek moyang kita bahwa ada kuasa yang melebihi kuasa-kuasa yang ada di bumi ini dan kuasa itu selalu beserta kita, yaitu Kuasa Tuhan Allah. Firman Tuhan ini ingin menunjukkan betapa Yesus penuh dengan kuasa.

Ketika berada di Kapernaum, Yesus mengajar di rumah ibadat sebagai orang yang penuh kuasa sehingga orang-orang yang men-dengarNya heran dan takjub. Ketika itu, ada yang kerasukan roh jahat, tetapi roh itu ketakutan ketika ada Yesus (Ayat 24). Kuasa Yesus membuat roh jahat ketakutan karena dia tahu bahwa Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah.” Yesus memerintahkan roh jahat itu untuk keluar dari tubuh manusia dengan menghardiknya (Ayat 25). Menghardik adalah cara Yesus mengusir roh jahat.

Jika Roh Allah yang penuh dengan kuasa itu ada dalam diri kita, maka kita pun mampu mengusir roh jahat dengan kuasa Yesus. Setelah Yesus menghardik dan menyuruh roh jahat itu keluar dari tubuh manusia, roh itu langsung keluar dari tubuh itu dengan menggoncang-goncangkan tubuh manusia itu. Ini membuktikan bahwa roh jahat tunduk pada perintah Yesus. Kuasa roh jahat sangat kecil dibanding dengan kuasa Yesus. Sebab itu, hilangkanlah rasa takutmu sebab Tuhan Yesus yang penuh kuasa itu selalu mendampingi kita ciptaanNya. FirmanNya di 1 Petrus 5:7 berkata: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”.

Doa  :     Tuhan Yesus, Engkau adalah Tuhan yang penuh kuasa. Kami berserah kepadaMu, karena bersamaMu kami tidak takut melawan si jahat. Amin. (DEL)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.