Minggu Pertama Setelah Epiphanias

BERTOBATLAAH SEBAB KERAJAAN SORGA SUDAH DEKAT

   Ep.    Matius 4:12-17

       Nats diawali dengan Yesus menyingkir (pindah) dari Nazaret ke Galilea setelah Yohanes Pembaptis ditangkap, karena dua alasan: (1) Dia  merasa  kurang aman  tinggal di Nazaret akibat sikap penguasa; (2) Mengingat seorang nabi kurang dihormati di tempat asalnya (Mrk. 6:4). Yesus merasa lebih aman di Galilea. Di samping itu, penduduk Galilea lebih terbuka kepada perubahan. Dengan demikian mereka akan lebih mudah menerima ajaran Yesus. Itu sebabnya, Yesus memulai pelayananNya di Galilea. Penduduk Galilea yang masih hidup dalam kegelapan mendapat terang lebih dulu dari pelayanan Yesus. Dalam pelayananNya Yesus menyatakan: ”Bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.” Kenapa harus bertobat? Karena penduduk Galilea masih kafir, sedang prasyarat masuk Kerajaan Sorga adalah bertobat. Bertobat berarti berbalik ke jalan Tuhan. Tanpa pertobatan tidak mungkin masuk Kerajaan Sorga.

Ucapan Yesus ini merupakan penegasan kembali dari ucapan Yohanes Pembaptis (Mat. 3:2). Apakah Kerajaan Sorga masih dekat atau belum datang)? Kerajaan Sorga bersifat dualistik dan realistik kekinian. Buktinya, di kesempatan lain Yesus menyatakan Kerajaan Sorga ada di antara kamu (Luk. 17:21). Ada karena Yesus telah hadir dalam pelayananNya, sudah mulai dialami dan dirasakan, tetapi belum sepenuhnya. Sudah hadir secara aktual dan efektip menjadi realitas, tetapi belum sempurna dan akan disempurnakan di akhir zaman.

Seruan Yesus untuk bertobat berlaku juga untuk kita. Kita manusia berdosa dan bertobat adalah prasyarat untuk masuk Kerajaan Sorga yang sempurna pada akhir zaman. Apakah kita mau masuk Kerajaan Sorga itu? Kalau mau, bertobatlah.

 Doa  :     Tuhan! Kami adalah orang dosa. Karena itu ajarilah kami agar kami mau dan mampu untuk bertobat, sehingga kami beroleh Kerajaan Sorga pada akhir zaman. Amin. (WM)

 

ALLAH MENGENAL KITA, APAKAH KITA MENGENAL ALLAH?

Ev.   Keluaran 33:12-17

            Musa  dipilih dan dipanggil Allah untuk memimpin Israel keluar dari perbudakan Mesir dan pergi menuju tanah perjanjian Tanah Kanaan. Kenapa Musa yang dipilih dan dipanggil? Itu adalah hak prerogatif Allah. Yang pasti Allah mengasihi Musa dan berkenaan kepadanya. Allah mengenal Musa secara totalitas dan Musa pun mendapat kasih karunia dari Allah. Musa menerima tugas itu dan meminta agar Allah memberitahukan jalan Allah kepadanya agar dia mengenal Allah dan tetap mendapat kasih karunia dari Allah. Dengan demikian, Allah mengenal Musa dan Musa mengenal Allah. Allah  akan membimbing Israel bukan saja keluar dari Mesir dan berjalan menuju Tanah Kanaan. Tetapi juga membimbing mereka di Tanah Kanaan, memberikan ketenteraman kepada mereka dan hadir di tengah-tengah mereka. Penyertaan Allah kepada Israel lah yang membedakan mereka dengan segala bangsa di bumi ini.

Allah tentu mengenal kita secara utuh. Kalau tidak, tentu Dia bukan Allah yang Mahatahu (Omni Scientia). Dia berada di sorga tetapi hadir di mana-mana, karena Dia adalah Allah yang Mahahadir (Omni presensia). Dia tidak dibatasai oleh ruang dan waktu. Masalahnya, apakah kita mengenal Allah? Mustahil kita mengenal Allah tanpa lebih dulu Dia berprakarsa memperkenalkan diriNya kepada kita.

Kita mengenal Allah melalui Yesus Kristus yang telah memberi kasih karunia kepada kita. Kita mengenal Allah melalui firmanNya,  pengalaman hidup kita, serta melalui tindakan-tindakanNya. Roh Kudus  juga menuntun kita untuk mengenal Allah. Dengan mengenal Allah maka kita harus setia kepadaNya dan melakukan kehendakNya. Dengan demikian Allah akan memberkati kita.

 Doa  :     Ya Allah Tuhan kami! Ajarilah kami untuk mengenalMu lebih dekat dengan benar dan baik serta bimbinglah kami selalu sepanjang perjalanan hidup kami. Amin. (WM)