Minggu Epiphanias

HENDAKLAH KAMU MURAH HATI

Ep.   Mazmur 72:1-14

           Selamat Tahun Baru! Tahun 2019 ditetapkan sebagai Tahun Orientasi Kepedulian terhadap sesama di HKBP. Itulah seruan nats ini. Memang, ini adalah doa harapan untuk raja, agar raja melakukan tugasnya, yaitu memimpin dalam keadilan dan hukum, dengan cara penolong orang miskin (Ayat 4+12-14). Dan itulah tugas setiap orang percaya, harus murah hati seperti Bapa kita yang adalah murah hati (Lukas 6:36). Allah telah menyatakan diriNya sebagai Pemurah, dan kitalah alat Tuhan untuk menyatakan kemurahanNya itu kepada semua orang. Dan nats evangelium hari ini mengatakan, siapa yang tahu akan Firman itu tetapi tidak melakukannya, dia berdosa (Yak. 4:17). Karena itu, kita tidak boleh lalai dalam tugas itu.

Bila di sekitar kita ada orang-orang miskin, janganlah kita menganggap itu sebagai “beban” atau sampah yang harus dibuang. Tetapi ingatlah, Tuhan sengaja menempatkan mereka di sekitar kita, agar kita menjadi tangan Tuhan untuk membagikan kasih Tuhan Yesus kepada mereka. Karena dalam setiap rupiah dari berkat Tuhan yang kita terima, Tuhan menitipkan jatah orang miskin di sana, untuk kita bagikan bagi mereka. Karena itulah, seharusnya, dimana gereja berdiri, disitu kemiskinan harus semakin terkikis karena kehadiran kita anak-anak Allah disana.

Tugas ini semakin penting kita lakukan, mengingat semakin banyak yang miskin, sementara di pihak lain semakin banyak orang yang tidak peduli, egois, bahkan masih tega mengkorupsi dana yang seharusnya bagi orang miskin. Struktur dan sistem ekonomi juga membuat banyak orang menjadi miskin. Mari, kobarkan semangat membantu mereka. Karena membantu yang miskin tidak membuat kita rugi, tetapi memberi kita berkat yang luar biasa (the power of giving).

Doa  :     Ya Tuhan, kobarkan hatiku untuk terus meneladani kemurahanMu, berusaha membantu mereka yang miskin. Amin. (STPS)

 

MEMBUAT RENCANA BERSAMA ALLAH

Ev.  Yakobus 4:13-17

          Orang bijak akan membuat perencanaan yang baik. Karena ada mengatakan: Bila anda gagal membuat perencanaan, anda sudah berencana untuk gagal. Karena Tuhan kita juga adalah Allah Perencana, yaitu Rencana Keselamatan. Tetapi, bagaimanakah seorang Kristen membuat perencanaan, terutama untuk tahun 2019 ini?

Rupanya, jemaat penerima surat ini memunyai rasa percaya diri yang berlebihan sehingga sombong, merasa bahwa mereka sendiri bisa mengatur masa depannya, tanpa melibatkan Tuhan (baca Ayat 16) karena merasa dapat hidup tanpa Allah.

Firman ini terutama Ayat 14 menegaskan, tidak ada orang yang bisa menentukan hari esoknya. Karena pengetahuan kita terbatas, sementara hari esok bagaikan hutan belantara yang lebat. Dan hidup ini sangat singkat, sehingga kita tidak tahu apakah kita masih hidup di esok hari.

Lalu bagaimanakah kita merencanakan hidup? Mari kita baca Ayat 15. Prinsip pertama, Buatlah perencanaanmu dengan melibatkan Tuhan. Katakan: aku tidak dapat melakukan apapun tanpa kehendak Tuhan, karena hanya kehendak Tuhanlah yang sempurna (Roma 12:2; Amsal 16:9). Karena itu sebelum melakukan apapun, tanya dulu kehendak Tuhan (BE. 309). Dalam hal ini dibutuhkan pergaulan yang intim dengan Tuhan yang memberi kita kepekaan akan suara Tuhan. Prinsip kedua: lakukan segala sesuatu dengan yakin, tetapi keyakinan itu tidak boleh kita letak­kan pada diri kita sendiri, tetapi hanya kepada Tuhan (God confidence).  Prinsip ketiga: Karena itu, buat pertimbangan yang matang, rencanakan dengan cermat, dan lakukan dengan memberi yang terbaik darimu.

Doa  :     Ya Tuhan Yesus, hanya Engkaulah andalanku dalam merencanakan, menapaki dan mengisi masa depanku sesuai dengan RancanganMu. Amin. (STPS)