JADILAH PELAYAN INJIL

Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasaNya (Efesus 3:7)

Luk. 8:16-21                                BE. 666:1                        Ayb. 42:10-17

             Dalam ayat-ayat sebelum nats ini, Paulus menceritakan bagai-mana Allah telah menangkap dia untuk memberitakan Injil kepada orag-orang bukan Jahudi. Paulus menjelaskan bagai-mana rahasia Kristus yang pada zaman dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada para rasul dan nabi: bahwa karena berita Injil, orang-orang bukan Jahudi turut  menjadi anggota tubuh Kristus, menerima keselamatan dan pewaris KerajaanNya.

Oleh kasih karunia Allah, Paulus telah dipilih Tuhan menjadi pemberita Injil. Paulus dengan sekuat tenaga dan dalam segala kesempatan memberitakan Injil keselamatan itu. Untuk itu, Paulus menghadapi begitu banyak pencobaan yang sungguh berat; tetapi semua itu tidak menyurutkan semangatnya. Penjara dan penganiayaan yang dia alami, tidak dapat menghalangi dia untuk memberitakan Injil, dan hasilnya sungguh menakjubkan.

Melalui penginjilan yang dilakukan oleh pengikut-pengikut Paulus yang lahir beberapa abad kemudian, Injil telah sampai te tanah Batak dan melahirkan berbagai gereja. Gereja-gereja tumbuh sebagai hasil penginjilan. Maka tugas utama Gereja dalam arti pendeta, penatua dan seluruh jemaatnya adalah memberitakan Injil. Tugas pemberitaan Injil adalah tugas kita semua umat kristiani, pendeta, penatua dan jemaat. Untuk itu, kita memang perlu memperlengkapi diri dengan pemahaman yang benar atas kasih karunia keselamatan itu, supaya setiap warga gereja mampu memberitakan Injil ke ujung bumi ini.

 Doa  :     Tuhan Yesus, perlengkapilah kami setiap warga gerejaMu untuk mau dan mampu memberitakan Injil itu ke seluruh umat di bumi ini. Amin. (RP)