Rabu, 26 Desember 2018

Natal Kedua

MENJADI ANAK-ANAK TERANG

Ep. Yohanes 1:9-14

         Terang yang sesungguhnya maksudnya ialah terang yang bukan tiruan. Logos itu akan membawa pencerahan yang jauh melebihi pencerahan yang telah diberikanNya kepada manusia sebelum Dia datang. Kristus menerangi setiap orang yang mendengarkan InjilNya dengan memberikan kasih karunia dan pemahaman supaya mereka dapat memilih dengan bebas untuk menerima atau menolak berita keselamatan tersebut.

                Selain dari terang Kristus ini, tidak ada terang lain yang dengannya kita dapat melihat kebenaran dan diselamatkan. Dunia ini tidak akan pernah mengaku Kristus tetapi akan ada bersifat acuh tak acuh atau memusuhi. Bagi Yohanes dunia adalah lawan terbesar dari Juruselamat dalam sejarah keselamatan. Mereka tidak dapat berbalik atau berdalih. Seharusnya mereka harus mencari Dia. Kalau Dia sudah datang, seharusnya mereka mengenal Dia, dan mereka seharusnya mengembangkan hubungan pengenalan itu sampai menjadi akrab. Status baru bagi orang-orang yang menerimaNya diberiNya hak menjadi anak-anak Allah. Mereka menerima kuasa untuk memakai sesuai dengan kedudukan baru yang dianugerahkan kepada mereka.

                Penjelmaan Firman tidak terjadi di tempat yang tersembunyi, malah penjelmaan itu disaksikan antara lain oleh Yohanes dan para rasul. Penyataan diri Allah ini melebihi segala penyataan dari Dia yang pernah Dia adakan sebelumnya, dan tidak akan dilebihi sebelum Tuhan Yesus kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini. Tuhan Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6). Kata kebenaran bukan merupakan ajaran tentang Allah yang disam-paikan melalui Yesus, tetapi merupakan kenyataan diri Allah di dalam Yesus. Oleh karena itu percayalah hanya kepada Yesus.

Doa  :     Bapa, biarlah hidup kami menjadi terang yang membawa  damai sejahtera kepada banyak orang di sekitar kami,  supaya mereka juga percaya kepadaMu.  Amin. (TS)

 

TERANG ITU TELAH DATANG KE BUMI

Ev.   Yesaya 60:1-5

         Nubuat Deutro-Yesaya ini merujuk pada peristiwa kembalinya kaum Yehuda dari Babel ke tanah perjanjian. Yesaya meman-dangnya sebagai tindakan Yahweh, Allah Israel, yang memu-lihkan kembali kemasyhuran Sion. Nasib dan keadaan umat Allah berubah total. Ketika berada dalam pembuangan di Babel, mereka dinaungi oleh kegelapan; kini dalam alam kebebasan di tanah leluhur, terang kemuliaan Allah kembali bercahaya meliputi mereka.

                Terang pembebasan ini bercahaya dan mengundang bangsa-bangsa lain untuk menyaksikan Yerusalem dibangun kembali. Janji Allah adalah pasti. Walaupun belum diketahui kapan dan melalui peristiwa apa janji Allah digenapi. Yang jelas ketika umat Tuhan dikembalikan ke Yerusalem, mereka melihat bahwa janji Allah menuju penggenapan. Dan meskipun kota Yerusalem porak-poranda, hal itu tidak mengecewakan tetapi justru mengingatkan mereka akan kesalahan mereka masa lalu, serta kekejaman musuh yang menghancurkan hidup mereka.

                Ayat ini juga melukiskan kedatangan kerajaan Mesias Tuhan kita. Yesaya melihat kemuliaan Allah datang kepada Israel dan bangsa-bangsa lain datang kepada mereka untuk menerima terang dan keselamatan itu. Nabi menyatakan bahwa kegelapan dunia akan dikalahkan oleh terang Israel. Sudut pandangnya di sini ialah keda-tangan pertama kali Kristus, sebab Dialah Terang yang akan terbit atas bangsa Yahudi. Dan Jemaat atau GerejaNya akan merupakan terang itu, yakni yang memancarkan kesempurnaan dan kasihNya yang mulia, serta saluran bagi kebenaranNya untuk menjangkau orang yang belum mengenal Tuhan. Injil Perjanjian Baru akan memiliki daya tarik kuat bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang mana tidak pernah dimiliki oleh Kabar Baik Perjanjian Lama.

Doa:       Bapa, pakailah aku membawa terangMu, untuk membawa keselamatan bagi manusia. Amin. (TS)

 

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.