Senin, 24 Desember 2018

Ibadah Malam Natal Kelahiran Tuhan Yesus

LIHAT! KESELAMATANMU DATANG

Ep.  Yesaya 12:1-6

        Bersyukur kepada Tuhan adalah keharusan orang beriman, karena bersyukur mengingatkan kita akan inisiatif kasih karunia Tuhan yang berlimpah bagi kita. Dia menganugerahkan hidup dan keperluan kita sehar-hari, bahkan sebelum kita tahu kebutuhan kita, dan kita belum memintanya, Tuhan telah memberikannya.  

                Perikop epistel ini mengungkapkan mazmur pujian syukur dari umat Tuhan pada hari kelepasannya dari kesulitan, kemudian rancangan kuasa serta kebaikan Tuhan telah menjadi nyata. Tuhan hadir di tengah-tengah bangsaNya, menjadi sumber kekuatan bagi Sion dan sumber sukacita bagi bangsa Israel. Yang Maha Kudus berada di antara mereka, sehingga kidung tertinggi dan terindah mengalun merayakan pemerintahanNya.

Demikianlah kita, orang percaya yang dipilih Tuhan, yang telah diselamatkan oleh Tuhan haruslah: (1) Mensyukuri keselamatan dari Tuhan, yaitu keselamatan universal yang dianugerahkan kepada dunia tanpa kecualil; (2) Teguh percaya akan janji Tuhan yang tidak pernah berubah yang dinyatakan dalam keselamatan di dalam Yesus Kristus. Oleh karena itu, Kasihilah Tuhan Allahmu melebihi segala sesuatu dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Karena itu teladanilah Yesus, taat dan berserah kepadaNya, tekun dalam rendah hati. Pada malam peringatan kelahiran Tuhan Yesus ini kita diingatkan bahwa Dia, Juruselamat dunia telah datang. Dia adalah janji kasih Allah, yang melampaui jangkauan nalar manusia. Dia datang untuk melimpahkan hikmat bagi yang takut akan Tuhan, agar mampu mengasihi seperti Dia. Ingatlah, ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya, pada penghakiman terakhir, hanya yang mengasihi Dia akan menerima kehidupan kekal bersama Dia mewarisi kerajaan surga (Matius 25:31-46).

Doa  :     Tuhan Yesus, kami telah siap menyambutMu sebagai Juruselamat kami. Mampukan kami untuk bermazmur dan mengasihi sesuai firmanMu. Amin. (BDFS)

 

MENYAMBUT KEDATANGAN JURUSELAMAT

Ev.   Lukas 1: 26-38

         Kelahiran Yesus adalah keajaiban surgawi yang terbungkus dalam penampilan hina di kandang domba dan diwarnai persembahan beban derita dan pengorbanan seorang anak-dara yang dipilih Allah untuk menjadi ibu oleh Roh Kudus.  Keruwetan duniawi yang membalut kemuliaanNya pada saat turunNya ke dunia, membuat nalar manusia senantiasa gagal memahami kelahiran Yesus. Dia memang tidak terjangkau nalar manusia namun kehadirannya dirasakan dunia melalui kemurahan dan karuniaNya dalam kehidupan di dunia ini.

                Yesus datang mengambil kedudukan yang paling hina di dunia dalam keberpihakannya kepada kaum yang miskin dan lemah.  Namun melalui Dia juga memancar kemurnian dan kesederhanaan suatu kehidupan yang tidak rumit yang bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.   Maria menerima penunjukkan Tuhan. Kata-kata Maria dalam ayat 38, adalah ekspresi imannya dan ketaatan yang mendalam dan konse-kuensi yang mengikutinya yaitu reputasinya sebagai seorang anak-dara yang belum menikah namun harus mengandung karena Roh Kudus – situasi yang seperti itu adalah suatu kehinaan pada masa itu.

                Pada malam perayaan Kedatangan Sang Juruselamat ini, melalui Maria dan Yesus kita semua diingatkan tentang hidup untuk kemuliaan Tuhan. Yesus datang untuk patuh kepada pengutusan kasih BapaNya untuk menanggung dosa-dosa kita dan Maria taat sepenuhnya kepada pilihan Tuhan. Iman Maria dalam perikop ini adalah kesaksian tentang esensi iman dalam perbuatan, penyerahan yang hakiki kepada Sang Pencipta. Kita dipanggil untuk mewujudkan iman kita dalam perbuatan seperti Maria, dan percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jaminan kita adalah: tidak ada seorang pun yang akan sampai kepada Bapa di surga tanpa melalui Dia.

Doa  :     Ya Tuhan, berilah kami hikmat untuk mewujudkan iman kami menyambut Yesus Juruselamat kami. Amin. (BDFS)

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Senin, 24 Desember 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.