Selasa, 25 Desember 2018

Natal Pertama

TURUTILAH FIRMAN DARI UTUSAN TUHAN

Ep.   Ulangan 18: 15-19

       Selamat Hari Natal! Juruselamat telah lahir bagi kita. Dialah yang dijanjikan sejak zaman Musa dalam nats ini.

Nats inilah yang dikutip dan ditekankan oleh Petrus di Kisah Rasul 3:22 dalam kotbahnya di Serambi Salomo di Yerusalem sesudah ia menyembuhkan seorang lumpuh. Petrus meyakinkan pendengar bahwa Yesus Kristus adalah nabi yang sudah dinubuatkan oleh Allah. Yesuslah nabi Allah yang, yang sama seperti Musa. “Sama seperti aku” kata Musa (Ayat 22c). Tetapi Yesus jauh sekali lebih unggul dari Musa. Di mana kesamaannya dan keunggulan Yesus dari Musa? Pertama, Musa dan Yesus diurapi Roh Allah. Tetapi Yesus adalah Allah, sementara Musa adalah manusia biasa. Kedua, Musa digunakan meresmikan Perjanjian Lama dan Tuhan Yesus meresmikan Perjanjian Baru, yang merupakan penggenapan Perjanjian Lama dan semua janji-janji Allah. Ketiga, Musa menuntun Israel keluar dari perhambaan Mesir, sementara Yesus melepaskan manusia dari perhambaan dosa. Keempat, Musa mengikat perjanjian Allah dengan Israel di Gunung Sinai, tetapi Yesus membangun hubungan baru antara Allah dengan manusia melalui iman percaya, karena siapa yang percaya kepada Tuhan Yesus diangkat menjadi anak Allah. Kelima, Musa mengaturkan persembahan anak domba untuk penghapusan dosa Israel, tetapi Yesus sendirilah Anak Domba Allah yang memberikan nyawaNya menebus manusia dari dosanya.

        Lalu apa suruhan nats ini? Jangan ragu menuruti segala Firman yang disampaikan Yesus Kristus, karena Dialah utusan Allah. Teladanilah Yusuf dan Maria, yang mau mendengarkan dan melakukan perintah Allah tentang Yesus, walaupun itu “aneh” dan mustahil.

Doa  :     Ya Roh Kudus, ajar kami, agar benar-benar mau menerima dan mempercayai setiap Firman yang diucapkan Tuhan Yesus, karena Dia adalah utusan Allah. Amin. (STPS)

 

TURUTILAH FIRMAN DARI UTUSAN TUHAN

Ev.   Matius 1:18-25

       Biasanya, sekembali berobat dari dokter, kita akan menuruti semua arahan dokter. Kita berharap dengan menuruti itu, penyakit kita akan sembuh dan kita sehat.

Itulah ajakan nats ini, agar kita mau menuruti apa yang dilakukan Tuhan sehingga kita selamat. Ketika itu, Yusuf bingung, sangat bingung. Mengapa? Tunangannya, Maria ternyata sudah hamil. Pasti terjadi di luar pernikahan mereka. Itu sangat memalukan. Tetapi, Yusuf tidak mau mempermalukan Maria. Dan di keadaan kalut dan bingung itulah, Tuhan menyapa Yusuf dengan mengatakan: “Jangan takut mengambil Maria menjadi isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Ayat 20b). Pasti Yusuf juga semakin bingung, karena hal seperti itu belum pernah terjadi dan sulit diterima akal. Tetapi di situlah kehebatan Yusuf yang patut kita teladani. Dia menurut saja dan melakukannya. Karena apa? Karena ucapan itu adalah Firman Tuhan. Dia percaya, apa yang dikatakan Tuhan adalah benar dan pasti adanya. Dan apa hasil ketaatannya itu? Luar biasa! Dari keluarganyalah lahir Sang Juruselamat.

Layak kita teladani, terutama dalam keluarga seperti keluarga Yusuf dan Maria. Keluarga kita akan terberkati dengan ragam mujizat Tuhan bila kita mau percaya dan menaati setiap Firman Tuhan, walaupun itu sering tidak masuk akal atau pelik. Dan ketaatan itu terus berlanjut ketika Tuhan menyuruh mereka harus melarikan diri ke Mesir. Ketika Naaman mau melakukan yang diperintah nabi Elia, berenang ke Sungai Jordan, dia menjadi sembuh. Ketika Petrus menaati perkataan Yesus dengan mau mencampakkan jalanya ke laut dangkal ke sebelah kanan, dia memperoleh banyak sekali ikan. Menaati Firman Tuhan juga akan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan dosa.

Doa:       Ya Tuhan, beri kami kekuatan melalui RohMu agar kami semakin hari semakin taat melakukan FirmanMu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin. (STPS)

 

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.