Minggu, 23 Desember 2018

Minggu Advent Keempat

MENANTIKAN RAHMAT TUHAN

Ep.   Yesaya 30: 18-26

         Firman ini berbicara tentang kerinduan Tuhan agar kita menantikan Dia (Ayat 18). Tuhan mengasihi kita dan menantikan seruan kita memohon pertolonganNya (Ayat 19). Tuhan ingin agar kita mengenali betapa Dia mengasihi kita setiap waktu (Ayat 20), Tuhan menunjukkan jalan yang lurus bagi kita (Ayat 21) dan menguduskan hidup kita dari kecemaran (Ayat 22). Tuhan siap sedia mencukupi segala kebutuhan kita (Ayat 23-25) dan Tuhan akan memulihkan kita sepenuhnya (Ayat 26).

                Saudaraku, Tuhan menghendaki agar kita menantikan Dia untuk bertindak menurut waktu Tuhan, bukan menurut waktu kita, dan di dalam penantian itu, Tuhan mau agar kita tetap menanti dengan setia sampai tiba waktunya. Yang sering terjadi adalah, kita tidak sabar menanti bahkan ingin segera melihat jawaban Tuhan. Akibatnya, kita tergoda untuk mendesak dan mendesak Tuhan agar segera bertindak meluluskan sesuai keinginan kita. Padahal, Tuhan memiliki perhitungan yang melampaui akal kita. Tuhan tahu mana yang terbaik untuk kita, dan Dia tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan permintaan itu. Kita harus sabar menantikan waktunya Tuhan, karena ketidaksabaran akan menghasilkan kekecewaan.

                Jika kita menantikan sesuatu dari Tuhan, biasakanlah untuk bertekun dalam doa sambil menunjukkan kesetiaan melalui perbuatan yang sesuai dengan Firman Tuhan. Kesetiaan kita dapat terlihat dari perbuatan kita sehari-hari. Ia akan datang segera dalam waktu yang direncanakanNya sendiri. Yang Tuhan inginkan dari kita adalah: kehidupan kita yang memuliakan nama Tuhan. Percayalah, janji Tuhan pasti ditepati. Dia tidak pernah mengecewakan kita dan tidak pernah mempermalukan anak-anak yang setia pada FirmanNya.

Doa  :     Tuhan, kami yakin dan percaya betapa besar kasih-Mu kepada kami. Tolonglah kami agar sanggup   melakukan kerinduan-Mu atas kami. Amin. (DEL)

 

ORANG KRISTEN HARUS BERTUMBUH

Ev.   Yudas 1:17-21

         Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya percaya pada Yesus saja, tetapi perlu ada komitmen untuk bertumbuh di dalam Dia. Tujuan hidup kita adalah menjadi serupa seperti Yesus Kristus (1Yoh. 2:6). Untuk itu kita perlu terus menerus berusaha agar iman kita bertumbuh dengan baik. Tidak ada hidup yang instan di dalam Tuhan. Semuanya butuh proses. Kalau ingin semakin dewasa di dalam Tuhan, kita harus membangun diri kita untuk hidup semakin dekat kepada-Nya.

Orang Kristen yg bertumbuh adalah mereka yang tidak pernah merasa cukup hanya dengan percaya saja, tetapi selalu berusaha membangun hidup di atas dasar iman yg paling suci dan berdoa dalam Roh Kudus. ”Kita harus memelihara hidup di dalam kasih Allah sambil menantikan berkatNya  untuk hidup yang kekal’ (Ayat 21).

                Karakter orang Kristen dikenal dari cara hidupnya yang mengasihi. Karakter ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dipraktekkan agar semakin bertumbuh. Kita harus bertumbuh dalam kasih Allah sehingga kita juga akan memiliki kasih kepada orang lain. Wujud nyata kasih kita kepada sesama dilihat dari sejauh mana kita hidup di dalam kasih Allah. Kalau kita bertumbuh dalam kasih Allah, maka kita juga akan semakin mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita (Ayat 22-23). Bisa saja orang mengasihi orang lain tanpa mengasihi Allah, tetapi jika kita sungguh-sungguh mengasihi Allah, sudah pasti kita pun akan mengasihi orang lain, karena kasih Allah mendorong kita untuk berbuat sesuatu kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Mari kita berusaha agar memiliki pertumbuhan iman di dalam Yesus Kristus Tuhan kita. Amin.

Doa  :     Tuhan, kami ingin hidup dalam kasih dengan saudara-saudara kami seiman. Biarlah Roh Kudus menguasai hati kami, agar kami sanggup melakukannya.  Amin. (DEL)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.