Minggu Advent Kedua

HARI PENGHAKIMAN

Ep.   Maleakhi 3:1-5

            Ketika menjawab ketidak percayaan umat itu, Maleaki mulai berbicara  atas nama Tuhan  dan  menekankan kepastian akan kedatangan  Mesias. Sebelum Dia datang, Dia akan mengutus seorang untuk membuka jalan. Nubuat ini digenapi ketika Yohanes pembabtis tampil sebagai pendahulu Yesus Kristus; sebagai utusan untuk menuntun umat bertobat menyambut yang mengutus yaitu Yesus. Tugas utusan adalah mempersiapkan jalan di hadapan Tuhan  yang datang untuk menghukum dimana Tuhan sebagai hakim; jika berbalik kepada Tuhan  akan diselamatkan dan tidak dibinasakan.

                Para imam  harus dipilih dari suku Lewi dimana Allah akan memakai Lewi dan keturunannya yang setia sebagai teladan hidup seorang hamba Tuhan. Karena itu setiap hamba Tuhan sekarang ini haruslah mempunyai sifat-sifat yang sama, yaitu harus menunjukkan keteladanan dalam kehidupan, baik dalam keluarga, dalam pergaulan, dalam pelayanan dan dalam kehidupan sehari-hari.

                Puncak penggenapan nats ini  akan terjadi pada kedatangan Kristus yang kedua kali ketika Yesus akan mentahirkan dan mengha-kimi Israel. Dia akan mengusir semua orang jahat di negeri itu; hanya yang benar yang akan tinggal. Allah bermaksud  membersihkan semua kejahatan dari umatNya dan memulihkan suatu kaum sisa yang bertobat (Yesaya 1:25). Allah belum selesai berurusan dengan Yehuda, karena penebus seluruh umat manusia harus datang  melalui umat pilihan. Sekalipun Sion  yaitu Jerusalem akan dipulihkan, hanya mereka yang benar-benar berbalik kepada Allah akan diselamatkan dan tidak dibinasakan. Allah tidak ingin mengutuk  dan membinasakan  umatNya. Ia menawarkan pengampunan penuh bagi yang bertobat, membuang kejahatan, melakukan  yang benar, dan menaati FirmaanNya.

Doa  :  Tuhan, kuatkan kami tetap setia melakukan FirmanMu,   dan selalu siap sedia menantikan kedatanganMu untuk melakukan penghakiman. Amin. (PMS)

 

CARA  HIDUP YANG BAIK

Ev.   1 Petrus 2:11-12

            Karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, manusia mampu menanggapi dan menjalin persekutuan dengan Allah dan mencerminkan kasih, kemuliaan dan keku-dusan. Gaya hidup orang percaya yang dipenuhi roh akan berbeda dengan gaya hidup orang yang tidak percaya, yaitu perbuatan dan tabiat berdosa. Gaya hidup buah roh dihasilkan ketika anak-anak Tuhan mengizinkan Roh menuntun dan mempengaruhi hidupnya, sehingga dapat membinasakan keinginan berbuat dosa. Dia mampu memelihara hubungan intim dan persekutuan  dengan Allah. Orang kristen harus mempraktekkan sifat-sifat baik sesuai dengan buah roh, yaitu kasih. Dengan kasih, kita memperhatikan  dan mencari yang terbaik bagi orang lain tanpa alasan pamrih. Gaya hidup kita adalah sukacita, damai sejahtera, kesabaraan, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan dan penguasaan diri.

                Orang percaya dipisahkan dari dunia supaya menjadi milik Allah sepenuhnya. Kita harus bersikap tegas terhadap segala yang  berlaku dari roh dunia ini sambil memberitakan kebenaran dengan Firman Allah. Kita harus membenci kejahatan, mengasihi yang benar dan menolak untuk berserah tehadap aneka macam keduniawian seperti keserakahan, iri hati, kebencian, kedursilaaan dan pikiran kita harus diselaraskan dengan cara Allah (Roma 12: 2).

                Kita harus menyadari  posisi kita yang baru sebagai milik Allah  sendiri mengasingkan kita dari orang-orang di dunia ini sehingga kita harus tampil berbeda. Kita kini hidup dalam negeri yang bukan menjadi milik kita dan kewarga negaran kita adalah bersama Kristus di sorga.  Karena kita adalah orang asing di bumi, kita harus menjauhkan diri dari kesenangan dunia  yang berusaha membinasakan jiwa. 

 Doa :      Bapa, perbaharuilah hidup meninggalkan roh aneka keduniawian, sehingg aku menjadi surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang. Amin. (PMS)