TUHAN MAHA BESAR

Ya, Tuhan Allah, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hambaMu ini kebesaranMu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau? (Ul 3:24)

Why. 20:11-15                          BE. 262:1                     Rat. 3:49-58

         Nats ini diucapkan Musa bukan ketika ia mengamati dan mengagumi indahnya alam ciptaan Tuhan, tetapi sebaliknya ketika permohonannya ditolak oleh Tuhan untuk menyeberangi sungai Yordan masuk ke tanah Kanaan. Musa tidak menyangkal Tuhan.  Musa adalah pemimpin yang berjiwa besar, yang hanya tunduk kepada perintah Tuhan. Mungkin sebagai orang yang pernah berjasa,  Musa selayaknya mendapat kesempatan ke Tanah Perjanjian. 

                Namun Tuhan mempunyai rancangan sendiri. Musa hanya mempersiapkan orang lain, yakni Yosua untuk mengantar bangsa Israel memasuki kehidupan babak baru di Tanah Perjanjian.  Musa tetap setia mengikuti perintah Tuhan. Musa tidak mengikuti kehendaknya sendiri. Musa adalah orang yang bijaksana, karena mendengar dan melakukan firmanTuhan, Musa memberi petunjuk kepada bangsa itu bagaimana cara merebut Tanah Kanaan dan bagaimana hidup disana.  

          Setiap orang yang mendasari hidupnya dengan firman Tuhan tidak akan mudah terombang ambing. Firman Tuhan yang hidup dalam dirinya, akan memberi kekuatan yang kokoh, pengharapan sejati, penghiburan, sukacita yang tidak pernah padam. Firman Tuhan menguatkan, menegur, mendidik, menghibur, bahkan bagaikan pedang bermata dua, tajam untuk memotong, memisahkan keinginan daging  dan keinginan Roh, yang di dalamnya kita harus memilah dan memilih. Oleh sebab itu, jadilah bijaksana, tetap setia kepada perintah Tuhan dan menjadi pelaku firmanNya.

Doa  :     Tuhan Maha Besar, bagiMu tidak ada yang mustahil. KepadaMu kami berserah. Mampukan kami menjadi pelaku FirmanMu yang setia. Amin. (LasN)