KARUNIA MAHKOTA KEBENARAN

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya (2 Tim. 4:8)

 2 Ptr. 3:11-14                        BE. 243:1+2                     Mika 4:1-5

          Dalam akhir surat penggembalaan Rasul Paulus kepada Timotius diberikan beberapa nasehat: (1) Supaya terus memberitakan Firman Tuhan dalam kondisi baik atau tidak baik; (2) Dengan sabar menegor dan menasehati mereka yang berbuat salah; dan (3) Dengan penguasaan diri dan sabar dalam penderitaan menunaikan tugas pelayanan dengan baik. Ketiga tugas tersebut dilakukan dalam iman sampai mencapai garis akhir pertandingan, untuk kemudian dikaruniakan mahkota kebenaran.

                Paulus telah memberikan conton keteladanan kehidupan melayani Tuhan. Dari seorang penguasa yang dapat melakukan  sesuka hati menjadi pelayan dan pemberita Injil yang harus menderita dan menghadapi banyak tantangan. Paulus didera dan dipenjarakan di Filipi, dia disesak dan diadili di Yerusalem dan di Mahkamah Agama. Dari Yerusalem dia dipindah untuk diadili dan dipenjarakan lebih dari dua tahun di Kaisorea. Melalui perjalanan panjang dan melelahkan dia dikirim untuk diadili Kaisar di Roma. Di setiap tempat Paulus melayani, termasuk di beberapa pengadilan bahkan di penjara, Paulus tetap memberitakan Firman Tuhan dan keselamatan yang dari Tuhan Yesus.

                Sejarah perjuangan Paulus ini patut menjadi pelajaran dan meneguhkan hati para hamba Tuhan untuk tekun dan tabah dalam pemberitaan Fiman. Tidak menyerah dan putus asa bila menghadapi masalah dan tantangan. Memberitakan Injil selalu dalam rasa sukacita karena pada akhir pertandingan, Tuhan telah menjanjikan upah kita, yaitu memperoleh karunia mahkota kebenaran.

Doa  :     Tuhan, kami akan terus memberitakan FirmanMu sampai Tuhan mengaruniakan mahkota kebenaran. Amin. (PJS)