Minggu, 25 November 2018

Minggu Akhir Tahun Gerejawi/Peringatan bagi Orang Meninggal

SUKACITA SORGA

Ep.    Wahyu 7: 9-17

         Syair lagu dari Sari Simorangkir mengatakan: T’rima sukacita surga, itulah kekuatan bagi jiwa. Ku dapat rasakan kasihNya, di tengah badai yang bergelora. Trima sukacita surga, itulah kekuatan bagi jiwa. Ku dapat saksikan kuasaNya, itulah kekuatan bagi jiwa. Haleluya, Kau ada dalam hatiku. Takkan patah semangatku. Takkan hilang kekuatanku. Haleluya, ku mau bersorak bagiMu. Sukacita surga nyata, penuhiku. Sukacita surga sangat nyata bagi kita, yang membuat kita mampu bertahan menghadapi penderitaan. Karena itulah nats ini terutama Ayat 16-17 menguatkan kita ketika berduka saat menghadapi kematian dari orang yang sangat kita kasihi.

        Lalu, apa sukacita surga itu? Pertama, kita akan selalu berhadapan muka atau bersama dengan Allah tanpa jedah sedikit pun (Ayat 15). Kedua, Disana kita hanya akan melayani Allah dengan puji-pujian, karena Allah bertahta di atas puji-pujian orang percaya. Dan tidak ada pekerjaan terindah dan termulia daripada melayani Tuhan. Ketiga, Ayat 16-17 mengatakan bahwa sukacita surga itu akan membe-baskan kita dari hal-hal yang paling kita takutkan dan memberatkan kita dalam hidup ini. Apakah itu? Kita tidak lagi memerlukan makanan dan minuman, yang di dunia ini – orang mau melakukan apa saja untuk memperolehnya. Kita juga tidak lagi memerlukan pakaian. Mengapa? Karena Tuhan telah membentangkan kemahNya menaungi kita. Tidak ada lagi sakit dan penyakit. Dan tidak ada lagi air mata, karena Tuhan sudah menghapusnya. Setiap saat bersukacita.

        Siapakah yang akan masuk menikmati surga itu? Semua orang yang telah dibasuh dosanya oleh Tuhan Yesus, yang setia beriman kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya, hingga akhir hidupnya mengandalkan hanya Tuhan Yesus.

Doa:       Ya Tuhan Yesus, aku percaya, Engkau akan mengikutkan aku menikmati sukacita surgaMu karena aku sungguh-sungguh percaya padaMu. Amin.  (STPS)

 

SETIALAH SAMPAI MATI

Ev.   Daniel 7: 9-14

         Dari dulu hingga sekarang, kuasa dunia yang dikomandoi iblis terus berusaha menyiksa umat Allah. Berusaha menghapus nama Tuhan Yesus. Namun, di akhir Tahun Gerejawi ini, dalam penglihatan yang Tuhan berikan kepada Daniel ini, kita diyakinkan, bahwa pada akhirnya, di akhir zaman, mereka tidak bertahan. Tuhan Yesus yang adalah “Yang Lanjut Usia” dalam nats ini – terutama ayat 9, muncul sebagai pemenang. Di Ayat 10 dikatakan bahwa kelak, semua bangsa menyembah kepada Tuhan Yesus, bukan kepada kuasa dunia.

                Yesuslah Alpha dan Omega. Yesuslah yang akan menghakimi setiap orang (Ayat 14). Dialah yang berhak membuka Kitab Kehidupan yang berisikan nama-nama kita orang percaya yang menang dan akan memasuki surga kekal. Karena itu jangan pernah takut dan jangan murtad. Bertahanlah dalam kesetiaan mengikut Tuhan Yesus hingga akhir, karena di akhirnya, Tuhan kita Yesuslah menjadi Penguasa. Dan mereka yang tidak mau percaya dan tidak menerima Tuhan Yesus akan binasa oleh api neraka.

       Yang terpenting adalah nama kita tertulis dalam Kitab Kehidupan itu (Lukas 10:20b). Karena hanya merekalah yang akan memasuki nikmat surgawi. Apa yang harus kita lakukan? Sangat seder-hana tetapi menentukan, yaitu: Percaya saja kepada Tuhan Yesus, terima Yesus menjadi Juruselamatmu dan andalkan Dia dalam seluruh kehidupanmu. Imanmu itulah yang menuliskan namamu di dalam Kitab Kehidupan itu. Tetapi bukan iman yang hanya terucap di mulut dengan: Aku percaya … dst. Tetapi iman yang teruji dan terbukti, yang setia sampai mati (Wahyu 2:10c). Walau disiksa dan dibunuh, walau ditawari jabatan tinggi atau harta yang banyak, tetap setia dalam iman mengikut Yesus. Maka namamu tertulis dalam Kitab Kehidupan.

Doa:       Ya Tuhan Yesus, kuatkan kami untuk tetap mengikutMu hingga mati, sehingga Engkau menuliskan nama kami di Kitab Kehidupan itu. Amin. (STPS)

 

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.