MENCARI YANG BAIK

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup (Amos 5:14a).

 Kej. 13:7-18                     BE. 248:2+8                       Why. 16:17-21

           Amos berbicara pada saat Israel tampaknya berkembang. Ekonomi sedang makmur, setidaknya untuk beberapa orang. Raja memelihara hukum dan ketertiban, namun condong ke orang kaya dan berkuasa. Beibadah di rumah raja, namun tidak diimbangi dengan kemajuan rohani. Yang terjadi justru sebaliknya, bangsa ini sedang menuju krisis dan kemerosotan moral, terutama di kalangan orang-orang kaya atau masyarakat lapisan atas yang merasa nyaman dengan keadaan mereka yang berlimpah kekayaan.  Karena merasa punya uang mereka bertindak semena-mena dengan mela-kukan penindasan terhadap rakyat kecil. Melalui Amos Tuhan menegur dengan keras agar mereka segera bertobat. 

               Teguran Tuhan membuktikan bahwa Ia sangat mengasihi bangsa Israel meski mereka memberontak dan hidup dalam ketidak-taatan. Amos sangat yakin bahwa Tuhan masih terbuka untuk menerima pertobatan mereka yang mendalam dan tulus, diikuti dengan cara-cara hidup baru yang sesuai dengan pertobatan itu. Mereka mengira telah mencari Tuhan dengan menghadiri rumah ibadah. Mereka harus belajar cara baru mencari Tuhan. Ibadah dan persembahan tidak akan berarti apa-apa di hadapan Tuhan bila tidak disertai dengan ketaatan melakukan firmanNya.

Teguran ini juga berlaku bagi kita. Bukankah banyak orang Kristen yang sedang terlena karena merasa berada di  ‘puncak’  dengan harta kekayaannya? Kita sering berpikir bahwa dengan memberikan banyak persembahan dan aktif di gereja, Tuhan akan diam saja melihat kejahatan dan ketidaktaatan kita melakukan FrimanNya. Ingatlah: Tuhan menghendaki ketaatan kita melakukan FirmanNya.

Doa:       Tuhan Yesus, terimakasih atas kasih dan kesabaran Tuhan bagi kami. Ajar kami untuk taat dan selalu aktif mencari yang baik agar kami hidup. Amin. (DSim)