Minggu, 18 November 2018

Minggu Keduapuluhlima Setelah Trinitatis

BERTEKUN DALAM IMAN 

Ep.   Kejadian 15:12-16

          Selama bertahun-tahun Abraham mengikut Tuhan, namun tanda-tanda janji Tuhan akan digenapi belum terlihat. Abraham tidak menagih janji itu, justru Tuhan yang mengingatkan janjiNya.  Abraham memperlihatkan bahwa dia benar-benar beriman kepada Tuhan dan percaya Tuhan akan menepati janjiNya, dan Tuhan melihat  itu sebagai sebuah kebenaran. Ini adalah iman yang luar biasa dari Abraham yang tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Allah. Inilah yang dikatakan oleh Yakobus bahwa ujian terhadap iman menda-tangkan ketekunan. Ujian dan pencobaan jangan pernah membuat kita mundur dari janji dan kehendak Tuhan.

                Pada saat Abraham berusia tua dan belum mempunyai keturunan, Tuhan membawa dia keluar rumah dan berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghi-tungnya, demikianlah banyaknya nanti keturunanmu” (Ayat 5). Sara yang sudah tua dan mati haid akhirnya hamil dan pada usia 90 tahun melahirkan seorang anak laki-laki yang sesuai dengan Firman Tuhan diberi nama Ishak. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Melalui Ishak dan anaknya Jakob, Allah memenuhi janjiNya bahwa Abraham akan mempunyai keturunan banyak seperti bintang di langit.

                Bagi Allah tidak ada yang mustahil, dulu, sekarang dan sela-manya. Kita boleh meneladani iman Abraham yang percaya bahwa Tuhan akan menepati janjiNya. Kita berdoa dalam iman, maka Tuhan akan menjawab doa kita. FrimanNya dalam Markus 11 ayat 24 berkata: ”Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”. Allah Maha Baik, Dia Maha Kaya. Semuanya dapat disediakanNya. Tetapi biarlah Tuhan memberikan kepada kita semuanya indah pada waktunya.

Doa  :     Tuhan, kuatkan iman percaya kami bahwa Tuhan selalu mengasihi kami, dan Tuhan akan selalu memberikan semuanya indah pada waktunya. Amin. (DEL)

 

NASIHAT UNTUK HIDUP DALAM KASIH

Ev.   Roma 12: 9-21

          Paulus memberi pesan kepada jemaat di Roma yang Kristen Yahudi dan Non Yahudi. Pesannya yang pertama adalah “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura” harus tulus. Mengapa? Karena kita ada dalam Kristus, dan diselamatkan oleh karunia. Kita memberikan kasih, dari kasih yang kita terima. Hubungan kita dengan Allah bukan berdasarkan prestasi, dan kasih yang kita berikan kepada sesama bukan untuk mendapatkan reputasi. Sebab itu Paulus berkata “lakukanlah apa yang baik bagi semua orang” (Ayat 17), maksudnya, hati-hatilah dalam  melakukan apa yang benar di mata semua orang, karena kita melakukan segalanya hanya untuk Allah.

        Paulus juga sadar bahwa tidak mudah untuk hidup damai dengan beberapa orang, sebab itu ia berkata “Sedapat-dapatnya” (Ayat 18), artinya orang percaya pun ada batas keimanannya. Tetapi kita tetap diminta untuk membalas musuh kita justru dengan damai dan kasih. Kita harus berusaha berbuat yang terbaik karena ini adalah jalan Kristus. Kita diajak melakukan agar: Kasih itu jangan pura-pura; jauhi yang jahat, lakukan yang baik; saling mengasihi sesama saudara; saling mendahului dalam memberi hormat; bersukacita dalam pengha-rapan; sabar dalam kesesakan; bertekun dalam doa.

        Hidup dalam kasih dapat diwujudkan dengan mendukung orang-orang kudus dan berkekurangan, memerikan tumpangan kepada orang lain, memberkati orang yang menganiaya kita, sehati sepikir dalam hidup bersama, mengarahkan diri kepada perkara-perkara sederhana, melakukan apa yang baik bagi semua orang, dan hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Kita harus melakukan semuanya itu karena Allah sudah lebih dahulu mengasihi kita di dalam Yesus Kristus, dan oleh sebab itu kita harus mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

Doa  :     Tuhan, biarlah Roh KudusMu selalu menguasai hati dan pikiran kami, agar kami sanggup mengasihi Engkau dengan segenap hati dan mengasihi sesama. Amin. (DEL)

 

About the author: bksmarturia

Has one comment to “Minggu, 18 November 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.