BERANI MEMBERITAKAN INJIL

Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat (1 Tesalonika 2:2)

Ef. 4: 11-15                    BE 471: 1-2                             Yes. 44: 6-8

           Rasul Paulus menasehatkan para jemaat di Tesalonika meniru dia untuk berani memberitakan Injil. Paulus mengakui bahwa memberitakan Injil memang mengandung risiko, bisa dianyaya atau dihina, bahkan bisa menghadapi banyak penderitaan. Namun karena ini adalah pekerjaan Tuhan dan kita hanya dipakai sebagai alatNya, maka Tuhan pasti akan menguatkan dan menolong kita dalam memberitakan FirmanNya.

                Kita berani memberitakan Firman Tuhan, karena Tuhan yang memilih kita, dan menyuruh kita pergi memberitakan InjilNya. Pemilihan dan pengutusan itu, didasari pembekalan, pengertian, Iman dan pengharapan. Ada ketergantungan kepada Allah yang memilih dan menyuruh kita. Ini merupakan hidup yang berlipat ganda, karena iman. Banyak tantangan dan hambatan, tetapi kita harus berani, kita tahu: baik atau tidak baik, derita atau suka cita, kita telah menjadi bagian dari pada Tuhan. Bila kita mati, mati untuk Tuhan, dan bila kita hidup, hidup untuk Tuhan (Roma 14:7-9). Upah kita adalah kehidupan kekal.

                Jadi, orang yang sudah dipilih dan disuruh memberitakan Injil, pasti diperlengkapi dan dipelihara oleh Tuhan. Kita, menabur benih itu, di kondisi baik atau tidak baik, karena soal jadinya dan hasilnya adalah tugas Roh Tuhan. Memberitakan Injil adalah tugas hakiki setiap orang percaya, melaksanakan Amanat Agung yaitu memberitakan Injil ke seluruh dunia (Matius 28:18-20). Respon kita adalah: Di sini aku Tuhan, utuslah aku! Tuhan Memberkati!

Doa  :     Tuhan, terima kasih kalau Tuhan, berkenan mengutus kami memberitakan InjilMu, karena Engkau akan memper-lengkapi dan memampukan kami. Amin. (MPSil)