Minggu, 4 November 2018

Minggu Keduapuluhtiga Setelah Trinitatis

ALLAH JURU SELAMAT SATU-SATUNYA

Ep.   Yesaya 43 : 8-13

          Dalam Roma 9-11 Paulus membahas persoalan pilihan Israel dimasa lalu, penolakan mereka terhadap Injil sekarang ini dan keselamatan mereka di masa depan. Ketiga pasal itu ditulis  untuk menjawab pertanyaaan orang kristen Yahudi yaitu bagaimana janji-janji Allah kepada Abraham dan bangsa Israel tetap berlaku, sedangkaan Israel secara keseluruhan tampaknya tidak memperoleh bagian dalam Injil. Paulus menegaskan bahwa janji Allah kepada Israel belum gagal karena janji  itu berlaku bagi  Israel yang setia.

                Israel tetap dalam rencana keselamatan dari Allah. Janji keselamatan itu  hanya berlaku  bagi Israel  yang  setia pada janji Allah. Keadaan rohani yang terhilang dari sebagian orang Israel tidak ditentukan  oleh suatu keputusan  Allah yang sewenang-wenang tetapi datang sebagai akibat ketidak sediaan tunduk pada rencana kesela-matan dari Allah  melalui iman kepada Yesus  Kristus. Walaupun  Israel  secara rohani masih buta, Allah memiliki masa depaan bagi mereka dalam rencana penebusanNya. Israel masih tetap menjadi saksi dan hambaNya. Sepanjang sejarah, Israel  melihat tindakan-tindakan Tuhan dan mendengar FirmanNya, namun ternyata tidak memperhatikannya.

                Sudah pasti  bahwa hal yang diberitahukan ialah apa yang akan datang. Saksi-saksi akan diterima dengan baik; meskipun Israel kurang cakap namun Tuhan berfirman: Kamu inilah saksi-saksiKu dan hamba-hamba yang telah dipilih. Kita juga sebagai Israel baru, haruslah menjadi saksi-saksi Kristus di dalam iman berani menyatkan: Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Tidak ada Juruselamat selain Tuhan Yesus. Dengan demikian, kita menjadi milik  Tuhan Yesus, dan tidak ada yang dapat melepaskan kita dari tanganNya. Dengan bimbingan Roh Kudus, kita harus semakin berani menyaksikannya.  

Doa  :     Tuhan Yesus, dalam iman kami menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat kami. Berikan kami keberanian untuk menyaksikanMu. Amin. (PMS)

 

BERTEKUN DALAM PENDERITAAN

Ev.   2 Timotius 1: 6-12

         Paulus kini adalah seorang tahanan di Roma yang menantikan saat kematiannya. Dia ditinggalkan oleh banyak sahabatnya dan rindu untuk melihat Timotius sekali lagi. Dia memohon teman sekerjanya tetap setia pada kebenaran Injil dan datang secepatnya untuk bersama dia sementara hari akhir akhir hidupnya.

            Paulus berbicara tentang kerasulannya dan hal-hal yang sudah pasti. Pertama, setiap orang Kristen serharusnya menyadari diri sebagai pilihan Allah. Kerasulan Paulus merupakan suatu kehormatan dan dipillih menjadi rasul oleh kehendak Allah. Kedua, Allah memilih kita  untuk melakukan suatu tanggungjawab untuk menyamaikan berita  kehidupan baru kepada semua orang. Ketiga, tugas kita adalah  menyampaikan janji Allah kepada orang lain; bukan ancamanNya.

                Paulus mengingatkan juga ciri-ciri khas pengajar kristen yaitu harus ada keberanian dan keberanian itu berasal dari kehadiran secara terus menerus akan Kristus. Yang kedua kita harus memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalah. Karunia dan kuasa tersebut harus  dinyatakan melalui  doa, iman, ketaatan dan ketekunan kita.

                Pekerjaan sebagai rasul atau sebagai pelayan yang telah kita terima adalah  tugas yang tidak terelakkan yakni meninggalkan diri sendiri demi melayani Allah dan sesama manusia. Hal yang penting  bagi kita, Injil telah menjadikan kita sebagai seorang pemberita dan sebagai seorang guru untuk tugas mengajar. Para gembala sidang harus menjaga dan mempertahankan Injil yang dipercayakan kepada mereka sekalipun pada masa banyak orang meninggalkan mereka. Sebagai orang percaya, kita semua harus terus ambil bagian dalam pemberitaan Injil, walaupun untuk itu kita harus menghadapi banyak tantangan dari kuasa-kuasa dunia ini.

Doa  :     Tuhan, berikan kami keberanaian dan kekuatan untuk menyeaksikanMu, walau kami harus menghadapi banyak tantangan dan penderitaan. Amin. (PMS)

 

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.