MEMBERI BANTUAN DAN TUMPANGAN

Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! (Roma 12:13)

Luk. 4:17-19                              BE. 126:2+4                            Yes. 61:1-3

           Dalam bagian pertama nats ini, Paulus memberi  nasehat  agar orang Kristen membagi  hartanya  dan memberI pertolongan kepada sesama orang Kristen yang sedang mengalami keku-rangan. Tetapi anjuran nats ini tentu lebih luas cakupannya, karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita marilah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan kita seiman (Gal. 6:10). Di tengah dunia yang berlomba-lomba mencari untung dan kepentingan pribadi, orang Kristen terpanggil untuk memberikan perhatian kepada sesama, karena ia tahu bahwa: “Apa yang kita simpan akan hilang, dan apabila kita memberi, kita akan mendapat.”

Dalam bagian kedua nats ini orang Kristen harus memberi  tumpangan. Dalam Ibrani 13:2 dikatakan: “Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.” Dan berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersu-ngut-sungut (1 Pet. 4:9). Orang Kristen seharusnya mempunyai  watak seperti  pelabuhan. Rumah tangga tidak pernah akan bahagia apabila hidup untuk diri sendiri. Kekeristenan adalah agama dan tangan-tangan yang terbuka, hati yang terbuka, dan pintu yang terbuka.

Memberi bantuan dengan materi kepada orang-orang yang sangat membutuhkaanya dan member tumpangan bagi yang memer-lukannya, merupakan suatu kehidupan yang dipenuhi kasih dari Tuhan Yesus Kristus. Itu yang dimaksudkan Yesus tentang mengasihi sesama. Dasar kehidupan orang Kristen adalah mengasihi, karena Allah adalah Kasih; mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

Doa  :     Tuhan Yesus, kuatkan dan mampukan kami memberi bantuan kepada yang membutukaanya dan merberi tumpangan kepada yang memerlukaanya. Amin. (TDLB)