ALLAH MENDIDIK KITA

Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini (Titus 2:12)

Ibr. 10:22-25                               BE. 332:4                          1 Taw. 28:6-10

            Setiap hari kita menyapu lantai dan membersihkan perabotan di dalam rumah kita. Mengapa demikian? Karena kita ingin rumah kita tetap bersih dari segala hal yang kotor. Bahkan untuk memastikan rumah kita tetap bersih, kita bersedia membayar mahal untuk membersihkan. Secara rohani pun, hati dan pikiran kita harus bersih setiap hari dari kotoran dosa. Bersihnya hati dan pikiran kita merupakan hasil dari kesediaan kita dididik oleh Allah Bapa. Dia mendidik kita melalui kebenaran FirmanNya, sehingga hidup di dalam kebenaran dan mampu melakukan perbuatan baik  (2 Tim. 3:16-17).

Hidup kita berubah ketika kita sungguh-sungguh mengakui, menerima, dan mengandalkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru-selamat. Kita meninggalkan “yang lama” yaitu kefasikan dan keinginan duniawi, dan kita melangkah hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. Di era digital ini tidak sedikit kita menghabiskan waktu melihat televisi, komputer, dan smartphone yang menambah pengetahuan sekuler, tapi minim pembekalan hati dan pikiran dengan kebenaran Firman Allah. Tidak sedikit pula generasi muda memiliki gelar akademik yang hebat, namun minim pemahaman akan kebenaran Firman Allah. Hasilnya, banyak orang yang pintar melakukan kefasikan dan mengejar keinginan duniawi.

Sebab itu, bijaksanalah sebagai orang Kristen! Anugerah kesela-matan dan hidup kekal yang telah kita terima dari Allah Bapa di dalam Yesus Kristus, merupakan motivasi yang kuat untuk melakukan perbuatan baik di mana saja kita berada dan kepada siapa saja.

Doa  :     Tuhan, syukur atas kasihMu kepada kami. Tolonglah kami supaya hidup bijaksana, adil, dan beribadah selama hidup di dunia ini demi  kemuliaanMu. Amin. (PSW)