Sabtu, 20 Oktober 2018

MENAFSIRKAN NUBUAT DALAM ALKITAB

Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri (2 Petrus 1:20)

Flp.1:27-30                               BE. 22:1-2                               Kel. 24:1-8

         Penafsiran yang salah bisa membuat semakin bertambah perbedaan yang belum tentu diyakini kebenarannya. Orang-orang yang terpengaruh akan menyatakan bahwa itu adalah kebenaran. Sementara yang lain menyatakan salah atau sesat. Misalnya, satu denominasi Kristen dengan denominasi lainnya bisa berbeda penafsirannya terhadap suatu nubuat tentang akhir zaman.

Ada hamba Tuhan masa kini menyampaikan suatu mujizat, penglihatan, pengalaman roh, dibawa ke Sorga atau ke Neraka, dan mereka menjadikan hal-hal itu sebagai ajaran dan suatu pengalaman bagi mereka tentang Kekristenan baru. Mereka bicara atas nama Allah, mereka memang memuji-muji Yesus. Dengan pujian kepada Yesus, jemaatnya pun diajak untuk melakukan pengalaman yang sama. Jadilah ini ajaran baru. Dogma yang baru, seolah-olah inilah kebenaran.

Ketika kita membaca Firman Tuhan, kita perlu meminta hikmat dari Roh Kudus agar saat kita membaca Firman Tuhan, kita tidak menggunakan Firman Tuhan itu untuk kepentingan diri kita sendiri. Kita tidak boleh menafsirkan ayat-ayat yang ada di Alkitab menurut kehendak sendiri (Ayat 20). Apa maksudnya hal ini? Firman Tuhan yang tertulis di Alkitab adalah Firman yang diilhamkan Allah. Segala tulisan yang diilhamkan Allah itu memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Jadikan Firman untuk belajar memperbaiki kelakuan bukan untuk menafsir atau mencocokkan dengan kelakuan kita tetapi kelakuan yang dicocokkan dengan Firman.

Doa  :     Tuhan, beri kami hikmat untuk tahu dan mengerti kehendak Allah, bukan menurut penafsiran kami atau kehendak kami. Amin. (DSim)

About the author: bksmarturia

7 comments to “Sabtu, 20 Oktober 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

  1. Yosua Partogi Hutajulu - October 20, 2018 at 6:44 pm Reply

    Horas amang /inang

    Mohon maaf, tulisan i web site marturia ini kami yg sdh di atas 50 thn tdk bisa baca lagi, karena tulisan nya tdk bisa dibesarkan dan juga pilihan hurufnya kurang hitam/abu2
    Jika berkenan mhn utk dpt diubah supaya mdah dibaca dan dapat dibesarkan kalau baca di hp atau gejet

    Mauliate

  2. Buha Sihar - October 20, 2018 at 7:08 pm Reply

    Horas amang inang
    Mohon maaf dang tarjaha hami naung matua on tulisan di website on alana pagelleng hu suratna jala tulisan na abu2 molo boi nian na hitam songon na di bagian DOA

Leave a Reply

Your email address will not be published.