Minggu, 14 Oktober 2018

Minggu Keduapuluh Setelah Trinitatis

BERDOA DAN BEKERJA

Ep.    2 Tessalonika 3:1-5

Rasul Paulus sadar bahwa tugas pelayanan dapat dijalankannya bukan semata-mata karena dia rajin bekerja, tetapi juga karena bantuan doa dari jemaatnya. Sebab itu dia selalu meminta bantuan doa dari orang-orang yang dilayaninya. Paulus juga sadar bahwa sesama orang percaya harus saling mendoakan agar pekerjaan pelayanan dapat berjalan baik dan sesuai kehendak Allah. Prinsip rohani ini berlaku juga bagi kita yang hidup pada zaman ini. Kita memerlukan dukungan doa dari saudara-saudara seiman. Jika jemaat berdoa syafaat, maka kehendak Allah akan tercapai dan rencana Iblis akan digagalkan. Jika kita berdoa sungguh-sungguh, Allah melindungi kita dari kuasa iblis dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi semua tantangan dan pencobaan (1 Kor.10:13).

Orang Kristen menghadapi pertempuran rohani terhadap kuasa-kuasa kegelapan dan kekuatan jahat yang menguatkan orang fasik menentang kehendak Tuhan, dan seringkali menyerang orang percaya. Mereka berjumlah sangat banyak (Wahyu 12:3-9) dan terorganisir dalam suatu sistim kerajaan jahat yang canggih yang mempunyai tatanan pangkat dan tugas (Efesus 2:2). Tetapi, kekuatan ini tidak ada artinya dibandingkan dengan “Pedang Roh” yang diberikan Allah untuk menghadapi peperangan melawan kuasa kejahatan (Yohanes 14:30). Iblis selalu berusaha menghancurkan keyakinan kita tentang kekuatan “Pedang Roh” yaitu “Firman Allah”.

Firman Allah harus sampai ke ujung bumi menjelang Hari Tuhan. Sebagai pelayan-pelayan Tuhan kita harus bekerja keras dan berdoa agar Firman Allah cepat sampai ke tujuannya. Untuk ini kita harus tekun berdoa syafaat agar penginjil-penginjil semakin kuat dan giat bekerja dan terhindar dari godaan duniawi.

Doa  :     Tuhan, berkati dan kuatkanlah para penginjil agar mereka sanggup menghadapi kuasa kegelapan dan melakukan tugasnya dengan baik sesuai FirmanMu. Amin. (DEL)

 

SUKSES DARI TUHAN BERNILAI KEKAL

Ev.   Yosua 1:6-9

        Setiap orang ingin sukses dan manusia mengukur kesuksesan hidupnya dengan ukuran keberhasilan dunia yaitu: kemewahan, kekayaan dan sebagainya. Kesuksesan dalam pandangan Tuhan berbeda dengan pandangan dunia. Sukses di dunia bersifat sementara, tetapi sukses yang dari Tuhan bersifat kekal. Tuhan memberikan kesuksesan bagi kita supaya digunakan untuk melaksanakan perintah Tuhan memenuhi tujuan-tujuanNya.

Untuk mendapatkan sukses sesuai pandangan Allah, Yosua memberi kita formula yang prinsipnya tertulis dalam Yosua 1:6-9. Pertama, jadilah kuat dan tetap teguh (Ayat 6-7, 9). Artinya, tetap berjuang, percaya diri, tidak menolak tantangan. Kita sering mengha-dapi suatu peperangan yang menurut akal kita tidak mungkin dime-nangkan. Sebab itu Tuhan meneguhkan kita berkali-kali: “Kuatkan dan teguhkan hatimu”. Kita harus mendengar perintah Tuhan dan yakin bahwa Tuhan menyertai kita. Kesuksesan sejati adalah kekuatan dan keteguhan yang lahir dari keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita.

Kedua, taati perintah Tuhan (Ayat 7). Tuhan berkata: “Bertin-daklah hati-hati untuk menaati perintah Tuhan”. Kita dapat memilih bagian mana dari hukum Tuhan yang akan ditaati pada saat tertentu. Mungkin saat ini kita hanya mengambil perintah untuk bersukacita tetapi di saat yang lain kita menasehati atau mendoakan. Ketiga, renungkan Firman Allah (Ayat 8). Kesalahan sering terjadi karena instruksi tidak dibaca dengan teliti, sehingga tidak dimengerti. Hal ini sama dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Kesalahan dapat kita hindari jika kita memberi waktu untuk merenungkan firman Tuhan. Sebab itu perhatikan dengan seksama formula Tuhan untuk sukses yaitu tetap kuat dan teguh di dalam iman, menaati perintah-perintah Tuhan dan merenungkan firman Tuhan.

Doa  :     Tuhan, mampukan kami untuk kuat dan teguh dalam iman, merenungkan dan melaksanakan FirmanMu. Amin. (DEL)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.