MENGHARGAI PARA HAMBA TUHAN

Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyam-paikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka (Ibrani 13:7)

2 Tim. 2:7-10                           BE. 190:3                              Yes. 40:9-11

         Kita patut menghargai pengabdian para misionaris dan pimpinan Gereja kita, karena melalui pemberitaan merekalah kita menjadi orang-orang percaya dan telah diselamatkan Tuhan Yesus. Kita mengucap terima kasih kepada Tuhan yang telah mengutus hambanya membawa Firman ke Tanah Batak seperti Pdt. Burton, Pdt. Ward, Pdt. Munson, Pdt. Lyman, Franz Junghun, van der Tuuk, Pdt. Heine, Pdt. Klammer, Pdt. Betz, Pdt. Nommensen dan lain-lain itu. Kita juga berterima kasih kepada pimpinan Gereja HKBP yang menyampaikan Firman secara berantai hingga orangtua kita dan kita sekarang ini.

Apa respon kita terhadap pengabdian hamba-hamba Tuhan seperti itu? Nats ini memesankan dua hal. Pertama, mengingat, meper-hatikan dan menghargai mereka. Terutama para hamba Tuhan yang telah melayani cukup lama kemudian pensiun, maka kehidupan mereka dan keluarganya perlu mendapat perhatian yang patut dan wajar. Manfaat program pensiun yang mereka sekarang ini ternyata sangat minim dan oleh sebab itu Gereja perlu meningkatkannya.

Kedua, nats ini menasehatkan kita untuk mencontoh iman mereka. Walaupun para misionaris menghadapi tantangan berat, bahkan sampai dibunuh dan mati martir seperti Pdt. Burton dan Pdt. Lyman, tetapi semangat mereka memberitakan Injil tidak kendor, karena iman mereka sangat teguh. Demikian juga para pimpinan Gereja, walau dengan dukungan jemaat yang relatif terbatas, tetapi mereka tetap melayani Gereja dan jemaatnya dalam suka cita karena iman mereka teguh. Iman seperti tulah yang patut kita teladani.

Doa  :     Tuhan, ajar kami untuk selalu mengingat para hambaMu yang telah memberitakan keselamatan dan telah mengajar kami untuk mengerti firmanMu. Amin. (VicS)