INJIL HARUS DIBERITAKAN

Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya (2 Tim. 4:17a)

2 Tim. 2:1-3                               BE. 671:1                        Ams.  29:19-21

         Paulus adalah seorang pemberita Injil yang paling menonjol dan potensial dalam sejarah perjanjian baru. Dia tidak mengenal takut dalam pemberitaan Injil karena dia dipenuhi oleh Roh Kudus. Tapi bukan hanya itu, sebelum dia ditangkap Yesus, dia paling rajin menangkap, memenjarakan, menyesah dan membunuh orang-orang percaya. Dia bahkan menyiksa dan menyetujui pembantaian Stefanus. Tapi Tuhan Yesus menangkap dia di pintu gerbang kota Damaskus, dan menjadikan dia alat Tuhan untuk menjadikan bangsa-bangsa non Yahudi menjadi orang percaya. Sekarang Paulus berbalik percaya sepenuhnya dan memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias. Karena itu orang-orang Farisi akhirnya memusuhi Paulus, bahkan berencana untuk membunuhnya.

Paulus mengakui bahwa Tuhan selalu mendampingi dan menguatkan dia dalam memberitakan Injil terutama kepada semua orang bukan Yahudi. Dia komit dan mengatakan: “Aku harus membe-ritakan Injil, celakalah aku jika tidak memberitakan Injil” (1 Kor. 9:16). Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Flp. 1:21). Semakin aku dekat Tuhan Yesus, maka aku melihat dunia ini seperti sampah yang tidak berarti apa-apa (Flp. 3:8).

Kita juga sekarang ini terpanggil untuk memberitakan Injil.  Amanat Agung Tuhan Yesus berkata: Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat 28:19-20).

Doa  :     Bapa surgawi, kuatkanlah kami dengan kuasa RohMu untuk memberitakan InjilMu. Amin. (AHSim)