MELAYANI DENGAN PENGABDIAN DIRI

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri (1 Petrus 5:2)

Tit. 1:4-9                                  BE. 727:2                            2 Taw. 26:3-5

           Melayani Tuhan adalah pengabdian kepada Raja Sorga yang adalah Raja di atas segala Raja. Menurut ayat di atas, ini adalah tugas para Penatua, Diaken, Majelis atau Sintua (Ayat 1) tetapi menurut 1 Petrus 2:9-10, melayani dan mengabdikan diri atau  hidup kita berlaku untuk semua orang percaya. Kalau kita percaya bahwa Yesus Kristus telah mati di kayu salib sebagai manusia untuk  membayar lunas utang-utang dosa kita. Maka kita  percayai Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Sudah seharusnya kita mengabdikan diri kita kepadaNya, dan seperti nats di atas mengatakan: mau melayani bukan untuk mencari keuntungan bagi diri kita sendiri.

Tuhan telah memberikan berbagai kelimpahan berkat dan anugerah sepanjang kehidupan kita masing-masing, antara lain: (1) Dosa kita diampuni dan tidak diingat Tuhan lagi (Yes.43:25; Kol.1:14); (2) Tuhan memberikan hidup kekal kepada kita (Yoh.10:28); (3) Dia melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam KerajaanNya (Kol.1:13); (4) Dia mendamaikan kita dengan diri Bapak di Sorga dan menjadikan kita orang kudus, tidak bercacat dan bercela (Kol.1:22); (5) Dia membenarkan kita dengan cuma-cuma (Rom.3:24); dan (6) Dia menyebut kita orang kudus selama-lamanya (Ibr.10:10).

Bagaimana kita merespon kasih karunia dan anugerah Tuhan yang begitu besar? Jawabnya: Mengucap syukur selalu kepada Tuhan yang sumber dari segala berkat itu, serta melayani dan memuji Dia, sang Raja di atas segala raja dan mengabdikan diri kepadaNya.

Doa  :     Tuhan, terima kasih atas kasihMu. Mampukan kami melayani dan mengabdi kepadaMu sebagai ucapan syukur dan terima kasih kami kepadaMu. Amin. (GT)