JALAN YANG BAIK DAN LURUS

Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus (1 Samuel 12:23)

Gal. 6:6-8                                   BE. 724:1                            2 Taw. 17:3-9

          Samuel lahir dari seorang ibu yang tua dan mandul, sebagai jawaban Tuhan atas doa yang terus menerus. Sesudah lahir, Samuel diserahkan ke Bait Suci, menjadi murid, dididik menjadi hamba Allah. Sebagai nabi  Israel ia mengalami banyak kesusahan. Sebagai nabi, ia mengajar bangsa ini dan terus mendoakan mereka, supaya bangsa ini kembali kepada Tuhan. Nats ini adalah jawaban Samuel kepada bangsa Israel, yang memohon, supaya Samuel berdoa, agar Allah tetap memberkati mereka.

Saudaraku! Semua kita mempunyai gembala yang dipercaya, yang menjadi idola atau panutan dalam membimbing kita. Samuel sebagai nabi, melakukan tugasnya untuk menggembalakan umatNya. Rupanya ada hasrat bangsa itu, agar dia diangkat jadi Hakim, tetapi Samuel tetap dengan pendirian, menjadi nabi Allah. Dia bekerja dalam doa, memberitakan Kerajaan Allah dalam ibadah.

Itulah yang dipesankan nats ini, mengajarkan yang baik dan mendoakan kepada Tuhan, supaya kehendakNya yang jadi. Itu yang dimaksud “baik dan lurus”. Berarti, setiap hamba Tuhan akan hidup sebagaimana kehendak Allah dan didengar oleh jemaatnya. Bagai-mana mensinkronkan itu di jaman sekarang ini? Antara kepentingan diri, keluarga, usaha dan kehendak Allah? Mana yang diutamakan? Saudara, ini menyangkut iman dan kebenaran. Yesuslah jalan, kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6). Tidak ada jalan lain yang berkenan bagi Allah, selain dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Tinggal sekarang, bagaimana imanmu,  dan siapa yang kamu teladani? Bagi kita sebagai orang percaya, hidup adalah Tuhan Yesus.

Doa  :     Tuhan, biarlah iman dan hidup kami selalu pada jalan yang benar dan lurus seturut kehendakMu. Amin. (MPSil)