KITA HARUS MEMBERITAKAN INJIL

Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil (1 Kor. 9:16)

Kis. 18:24-28                            BE. 666:1                                    Ul. 6:4-9

            Pemberitaan Injil adalah amanat Yesus kepada setiap orang percaya. dikatakan: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk (Markus 16 :15). Injil berasal dari bahasa Yunani “euanggelion” yang artinya “kabar baik”, yaitu kabar baik tentang kemuliaan dan Rahmat Allah tentang pengampunan dosa dan hidup yang kekal dalam Tuhan Yesus dan Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan umat manusia. Itulah kasih karunia Allah kepada manusia agar seluruh manusia diselamatkan.

Rencana keselamatan ini adalah inisiatif Allah sendiri, karena   “ Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadi-lanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya“ (Roma 3:25). Oleh karena itulah kita berkewajiban untuk memberitakan kabar baik ini ke seluruh dunia supaya semua orang diselamatkan. Bagaimana kita memberitakan Injil? Sebagian mengatakan harus menjalani pendidikan Penginjilan, atau itu urusan Pendeta saja, sehingga kalangan jemaat cukup memberikan dukungan bagi tugas-tugas Pekabaran Injil.

Tugas pekabaran Inil adalah tugas kita semua. Tetapi yang paling utama diperhatikan adalah supaya pemberitaan Injiil itu jangan menjadi batu sandungan oleh perbuatan dan perilaku diri kita masing-masing. Karena kita adalah surat Kristus yang terbuka yang dibaca oleh semua orang. Perilaku kita menjadi ukuran dalam berita Injil yang kita sampaikan, supa dapat mereka terima dengan hati yang terbuka.

Doa : Bapa, layakkan dan pakailah kami menyampaikan kabar sukacita dan kasihMu Injil keselamatan kepada dunia ini, supaya mereka juga terselamatkan. Amin. (TSH)