Minggu, 30 September 2018

Minggu Kedelapanbelas Sesudah Trinitatis

MARI MENGANDALKAN YESUS

Ep.   Matius 8: 23-27

          Semua orang pasti pernah menghadapi situasi yang kristis, yang hampir tidak bisa tertolong lagi. Sama halnya dengan para murid dalam nats tadi. Apa yang harus kita lakukan agar kita mampu memenangkannya? Itulah yang diajarkan Yesus melalui nats ini. Pertama, jangan biarkan rasa takutmu menguasaimu. Rasa takut timbul karena merasa masalah itu lebih besar dari diri kita. Sikap ini justru akan semakin memperburuk keadaan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Itulah yang kedua: Ingat, Yesus ada besertamu.

Itulah kelemahan para murid. Seperti cerita ini: Ada seorang berjalan sore-sore sambil membawa payung besar. Lalu tiba-tiba hujan turun. Si bapa terus berlari mencari tempat perteduhan. Setelah tiba, semua orang disana mentertawakan dia, sambil menunjuk payung yang dibawanya. Dia membawa payung tetapi tidak menggunakannya ketika hujan. Mereka sudah menyaksikan kuasa Yesus tetapi mereka tidak percaya. Karena ketika mereka mengalami masalah, Yesus ada di dekat mereka, tetapi mereka tidak mengandalkan kuasa Yesus, sehingga masalah itu menyesakkan mereka. Padahal, Yesus sangat dan sangat bisa diandalkan.

Yesus adalah Allah yang Mahakuasa, yang telah mengalahkan kuasa dosa dan iblis. Segala sesuatu tunduk padaNya, termasuk semua badai masalah yang kita alami. Lihatlah, ketika murid-murid panik dan putus asa akibat badai itu, hanya dengan sekali hardikan saja, Yesus bisa membuatnya menjadi reda, aman, tenang seperti sediakala. Karena itu, bila badai masalah mengguncang hidupmu, andalkan Yesus, agar Yesus bertindak, serahkan seluruhnya pada Yesus, percayakanlah pada Dia, dan lihatlah, hatimu akan tenang, dan ketenangan mendatangkan inspirasi untuk mengatasi masalah.

Doa:       Ya Tuhan Yesus, hanya Engkau andalanku bila badai masalah menguncang hidupku, karena aku percaya, Engkau mampu meredakannya. Amin. (STPS)

 

KUNCI HIDUP BERHASIL

Ev.   Kejadian 39:1-10

Pasti semua orang ingin agar hidupnya berhasil, bukan? Dan Tuhan ingin agar semua orang percaya menjadi orang yang sukses dalam hidupnya. Dan untuk itu, orang mencari kuncinya. Dan terutama para motivator menawarkan banyak kunci sukses. Tetapi hari ini, Firman Tuhan yang memberikan kunci hidup berhasil. Mari kita belajar dari hidup Yusuf, karena di ayat 2 dan ayat lainnya dikatakan: “Ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya”. Apa kuncinya? Kita baca di ayat 2 tadi: “Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya”. Jadi kunci keberhasilan adalah: Karena Tuhan menyertainya. Walau saudara-saudara Yusuf dan orang lain sering bertindak kasar dan melecehkan dia, tetapi Tuhan tetap menyertai dia, dan dia berhasil.

Maka, letak kuncinya adalah  bila kita mau tetap hidup di dalam Tuhan. Di Yohanes 15:5c Tuhan Yesus berkata: “Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. Kepada Salomo, di 1 Tawarikh 22:13, juga Tuhan mengatakan: “Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan Tuhan”. Jadi Tuhan tetap menyertai kita walau semua orang menyingkirkan kita, asalkan kita tetap hidup mengandalkan Tuhan. Tuhan akan bekerja membuat setiap apa yang kita lakukan berhasil bila kita tetap di dalam Dia. Dan bukan hanya kita yang terberkati, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

Bila kita tetap di dalam Yesus, kita akan tahan terhadap godaan, seperti godaan isteri Potifar terhadap Yusuf. Kita akan mampu mengalahkan godaan kenikmatan sesaat, narkoba, perselingkuhan, korupsi, harta, jabatan, popularitas dan lain-lain. Dan bila kita setia dalam Tuhan mengelola setiap keberhasilan itu, maka Tuhan akan terus menambahkan keberhasilan demi keberhasilan lain. 

Doa  :     Ya Tuhan, hanya Engkau andalan kami, hanya Engkau yang membuat keberhasilan kami. Amin. (STPS)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.