MELAKUKAN KEBENARAN DAN KEADILAN

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan Tuhan  dari pada korban (Amsal 21:3)

Kol. 4:1-2                                   BE. 31:2                                 Yer. 22:1-5

           Dalam rumah ibadah atau persekutuan, tampak orang-orang begitu serius dan khusuk berdoa kepada Tuhan. Ketika berpapasan mereka bersalaman dan saling menundukkan diri memberi penghormatan satu sama lain. Ketaatan menjalankan ibadah sangat terasa bagaikan Surga. Sepintas kehidupan rohani begitu kuat dan sempurna. Suasana seperti ini sangat baik dan harus sipelihara. Namun sering terjadi begitu melangkah ke luar dari rumah ibadah, suasana kehidupan menjadi lain. Keramahan dan sopan santun ibadah tidak dibawa ke luar Gereja. Di rumah ibadah saling mendahu-lukan memberi perhatian dan melakukan kebajikan, namun di luar berubah sibuk dengan diri masing-masing.

                Nabi Yesaya mengatakan: “Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalanKu. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allah mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah” (Yesaya 58:2). Namun dalam Yesaya 58:3 dikatakan bahwa:  Allah tidak mendengar doa mereka karena kehidupan mereka tidak sesuai dengan ucapannya.

Nats hari ini mengajak kita untuk melakukan kebenaran dan keadilan dalam seluruh aspek kehidupan kita, satu kata dan perbuatan, di dalam dan di luar rumah, di rumah ibadah dan di luar rumah ibadah. Mari menyelaraskan iman kita dalam hidup sehari-hari. Mari membela mereka yang tertindas dan teranyaya, menolong orang-orang yang lemah dan berkekurangan, menghibur mereka yang susah dan berduka, mengasihi mereka yang miskin dan papa.

 Doa  :     Tuhan, mampukan kami menegakkan keadilan dan kebenaran, membela yang tertindas dan teranyaya, menolong yang lemah. Amin. (SSi)