TUNJUKKANLAH BELAS KASIHMU

Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kuke-hendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah (Matius12:7)

Mat.20:20-28                 BE. 714:4                           Mzm. 37:18-28

       Kita mengenal lewat kesaksian Alkitab bagaimana aktifitas orang Farisi sehari-hari. Mereka dikenal sebagai orang yang rajin beribadah, rajin berdoa dan suka memberi persembahan bagi Allah. Namun ada hal yang kurang baik pada mereka, yaitu dalam hal pemahaman tentang hukum taurat, khususnya hukum taurat yang pertama, mereka memahaminya menurut pikiran mereka saja tanpa ada penafsiran yang dalam dan benar.

Mereka menganggap apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus dikategorikan melanggar hukum Tuhan karena murid-murid Yesus dianggap bekerja walau hanya sekedar memetik gandum di pinggir jalan. Memetik gandum pun bagi orang Farisi itu adalah kategori bekerja dan bertentangan dengan hukum Tuhan. Apapun alasannya tidak dapat diterima, pokoknya hari Sabat harus beristirahat, demikian menurut orang Farisi. Karena bagi mereka adalah hukum sabat yang mewajibkan orang untuk beristirahat dan tidak boleh berkerja.

Sebenarnya pada saat itu, murid-murid Yesus sedang dalam perjalanan dan mereka lapar sehingga spontan mereka memetik bulir-bulir gandum yang sengaja disisakan oleh pemiliknya bagi orang yang sedang lapar dalam perjalanan. Orang-orang Farisi seogianya seperti pemilik kebon itu berbelas kasihan menolong memberikan makanan bagi murid-murid Yesus yang sedang kelaparan itu. Sebagaimana  para pemanen itu berbelas-kasihan kepada para pejalan kaki dengan menyi-sakan bulir-bulir gandum yang mereka panen, maka hendaklah kita juga memiliki rasa berbelas-kasih bagi orang lain.

Doa  :     Tuhan, ajarlah dan mampukanlah kami untuk berbelas-kasihan kepada begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Amin. (LHM)