Selasa, 18 September 2018

MENJADI SAUDARA DALAM KESUKARAN

“Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya! (Ayub 26:2)

Mrk. 8:2-6                       BE. 720:2                           Kej.  35:20-29

          Saat Ayub mengalami pencobaan, ketiga sahabatnya Elifas, Bildad, dan Zofar datang mengunjunginya. Pada awalnya mereka sangat memahami betapa berat penderitaan yang dialami Ayub. Saat memandang dari kejauhan, mereka hampir tak dapat mengenalinya lagi. Mereka menangis dengan nyaring dan merobek pakaian mereka serta menaburkan debu di kepala. Selama tujuh hari tujuh malam mereka duduk di tanah, di samping Ayub tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun setelah itu mereka menyalahkan Ayub dan membuatnya semakin terpuruk.

Ayub mengecam pemikiran Bildad  dan sahabatnya yang lain dan mempertanyakan asal-usul pemikiran Bildad tersebut (Ayat 1-4). Melalui perenungannya tentang kuasa Allah atas semua ciptaan serta melalui hubungan persekutuan Ayub yang erat dengan Allah, Ayub mencoba menjernihkan pemikiran Bildad tentang bagaimana Allah sebenarnya.

Melalui kisah ini, kita belajar banyak dari teman-teman Ayub tentang apa yang seharusnya dan tidak seharusnya kita lakukan untuk orang-orang yang sedang terpuruk. Tentu, menyemangati orang lain untuk menjadi kuat dan tangguh dalam keterpurukannya adalah pekerjaan yang mulia. Tetapi, tentu saja tidak boleh menyemangati orang dengan menutupi realita yang sebenarnya. Dengan demikian, sanggup menjadi seperti saudara ketika sahabatnya berada dalam penderitaan, itulah hal yang menjadi penting untuk diperhatikan. Seburuk apapun keadaan sahabat kita tidak selayaknya kita menyudutkan apalagi menjauh dari mereka. Berikan pertolongan semampu kita, tidak terbatas pada materi tetapi juga mencakup penghiburan dan semangat; tidak harus membawa buah tangan, hadir sebagai saudara untuk mendengar dan berbagi rasa sudah cukup.

Doa  :     Ya Tuhan, mampukan kami untuk menjadi saudara bagi sahabat kami pada saat mereka tak berdaya, lemah, menderita dan mengalami kesusahan. Amin. (YMS)

About the author: bksmarturia

2 comments to “Selasa, 18 September 2018”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.