MENCUKUPKAN KEBUTUHAN HAMBA TUHAN

Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? (1 Korintus 9:13)

1 Kor. 11:23-33                   BE. 657:1                                Bil. 12:1-10

            Firman ini mengatakan bahwa Tuhan telah menetapkan upah kerja para hambaNya. Alkitab mengajarkan bahwa mereka yang terlibat dalam pemberitaan Firman Allah harus ditunjang oleh mereka yang mendapatkan pengajaran Firman Allah (1 Kor 9:14). Mereka yang menolak memberikan bantuan, padahal mampu, berarti menabur dalam daging serta menuai kehancuran (Gal. 6:7-9). Memberi kepada mereka yang melayani Firman Tuhan termasuk perbuatan baik (Gal. 6:10); “apabila sudah datang waktunya kita akan menuai” (Gal. 6:9), baik di bumi maupun di sorga (Mat. 10:41-42; Gal. 6:8).

Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan oleh mereka yang mengaku menjadi pengikut Kristus, padahal secara sadar menabur untuk memuaskan keinginan daging. Janganlah kita menipu diri sendiri, karena orang demikian tidak akan menuai “hidup yang kekal” tetapi “kebinasaan” dan “kematian” (Rom 6:20-23).

Bila Gereja ingin optimal dalam menabur dan menuai hasil maksimal bagi kemuliaan Kristus, Gereja harus menerapkan sistem pengupahan injili yang dikelola secara profesional oleh mereka yang terdidik dan berpengalaman di bidang itu. Gereja secara organisasi harus mampu memilih orang yang tepat, di tempat yang tepat. Tuhan Yesus sanggup menggerakkan hati jemaat untuk menyokong para pelayan Tuhan sesuai perbuatan atau jerih payah mereka dalam memberi “hidangan rohani” yang memulihkan, membangkitkan dan mendewasakan iman jemaat.

 Doa  :     Tuhan, berkati pelayanMu dan jemaatMu agar bekerja-sama, bahu membahu, saling mendukung untuk kebe-saran KerajaanMu. Amin. (DEL)