PERCAYA DAN SETIA MENGIKUT TUHAN

Tuhan berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka (1 Samuel 8:7)

Mat. 12:18-21                BE. 187: 2+3                         Yes. 42:18-21

          Samuel adalah seorang hakim dalam pemerintahan bangsa Israel; dia adalah hakim yang dihormati, berkepribadian jujur dan tegas. Dia diurapi Tuhan dan dianugerahi wahyu Ilahi (Sam. 3:1). Sewaktu Samuel menjadi tua, diangkatnyalah anaknya laki-laki Yoel dan Abia menjadi hakim atas orang Israel. Tetapi anak-anaknya tidak hidup seperti ayahnya; mereka selalu mencari laba, menerima suap memutar-balikkan keadilan dan kebenaran seperti tingkah laku anak-anak  imam Eli (1 Sam.1:9-8).

Timbullah ketidak percayaan bangsa Israel dan bekumpullah tua-tua Israel memohon agar Samuel mengangkat seorang Raja menjadi pemimpin mereka. Untuk merespon permintaan mereka itu, Samuel berdoa mohon petunjuk Tuhan dan Tuhan berfirman supaya Samuel memenuhi permintaan mereka. Tuhan mengetahui bahwa bangsa Israel sebenarnya bukan menolak anak-anak Samuel, akan tetapi menolak Tuhan. Mereka tidak tahu bersyukur kepadaTuhan yang telah membawa mereka keluar dari penderitaan di Mesir kembali ke Tanah Perjanjian. Bangsa ini dianggap sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Mereka sebenarnya menolak Tuhan menjadi raja atas mereka.

Nats ini mengingatkan kita supaya tidak berdalih untuk  selalu percaya dan setia mengikut Tuhan. Tuhan telah membimbing kehi-dupan kita dan memberikan kelimpahan berkatNya. Sebab itu kita harus selalu bersyukur dan memuji Dia sebagai Raja dan Tuhan kita.

 Doa  :     Tuhan, berikan kmi kekuatan melalui Roh Kudus, agar kami tetap setia melakukan segala kehendakMu dan selalu bersyukur atas kelimpahan berkatMu. Amin. (Vic.S)