Minggu, 9 September 2018

Minggu Kelimabelas Setelah Trinitatis

JANGAN TAKUT MENYAMPAIKAN FIRMAN TUHAN

Ep.    Yeremia 26:7-14

              Yeremia melayani pada situasi yang paling rumit sepanjang sejarah Yehuda.  Banyak terjadi  krisistermasuk krisis iman. Bangsa Yahuda tidak setia kepada Allah. Mereka melakukan penyembahan berhala dan ketidakadilan. Mereka tidak mendengarkan Allah, para nabi, dan tidak mengikuti Taurat. Allah memerintahkan Yeremia untuk menyampaikan firmanNya kepada bangsa Yahuda dengan utuh dari pelataran rumah Tuhan (Yer. 26:2). Intinya, supaya mereka bertobat, kembali setia kepada Allah. Bila tidak, Allah akan menghukum mereka (Yer. 26:3-6).

Mendengar seruan tersebut, para imam, nabi, dan masyarakat justru menangkap Yeremia dan mengadukannya kepada Pemuka Yehuda. Mereka melaporkan ucapan Yeremia dan mengusulkan agar Yeremia dihukum mati. Kepada pemuka Yehuda, Yeremia menyam-paikan bahwa dia adalah nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan Firman Allah kepada bangsa Yehuda. Intinya, agar bangsa Yehuda bertobat, kembali setia kepada Allah. Dengan demikian, Allah akan membatalkan hukumanNya. Apakah Yeremia takut?  Tidak. Yeremia siap menerima hukuman apapun yang akan diperbuat pemuka Yehuda.

Kini, berbagai krisis melanda bangsa kita. Salah satu adalah krisis iman. Kepercayaan pada kuasa-kuasa kegelapan atau okultisme terjadi di kota dan di desa, bahkan di bona pasogit. Okultisme dan ketidakadilan semakin meningkat. Banyak orang Kristen yang tahu hal itu tetapi pura-pura tidak tahu dan tidak berbuat apa-apa. Okultisme bertentangan dengan Firman Allah. Karena itu, jangan takut menyam-paikan Firman Allah kepada mereka. Sampaikanlah agar mereka bertobat, kembali setia kepada Allah. Dengan demikian Allah akan mengampuninya dan memberikan kepada mereka keselamatan.

 Doa  :     Ya Allah! Berikanlah kekuatan dan keberanian kepada kami agar kami para hambaMu tidak takut menyampaikan FirmanMu kepada banyak orang. Amin. (WM)

  

HATI-HATI DENGAN PENGAJARAN SESAT

Ev.   2 Korintus 11:7-16

         Kalau ada pengajar-pengajar sesat atau palsu tentu ada pengajar-pengajar benar. Masalahnya, kita sukar membedakan mana pengajar sesat dan pengajar benar. Kenapa? Karena yang sesat dan yang benar sering  hampir sama. Bahkan yang sesat sering lebih menarik, menggoda dan menjanjikan. Yang sesat menun-jukkan jalan kesesatan, jalan yang salah, menyimpang dari jalan Kristus, dan bermuara pada kebinasaan. Yang benar menunjukkan jalan kebenaran, jalan Kristus dan bermuara pada keselamatan.

Pada masa Paulus di Korintus muncul pengajar-pengajar sesat. Mereka memposisikan dirinya menjadi musuh Paulus. Mereka menuduh Paulus bukan rasul Kristus karena dia memberitakan Injil dengan cuma-cuma di Korintus. Dia tidak mau menerima sumbangan dari orang-orang yang diajarnya di Korintus. Paulus tidak mau membebani jemaat Korintus seperti pengajar-pengajar sesat. Paulus tidak mau dituduh memberitakan Injil untuk uang. Untuk pemberitaan Injil di Korintus, Paulus memang menerima sumbangan dari jemaat-jemaat lain termasuk dari Makedonia (Ayat 8-9). Bukankah Paulus merasa berhutang bila tidak memberitakan Injil (Rm. 1:14-15)?

Apakah pengajar-pengajar sesat yang mengajarkan ajaran sesat masih ada di sekitar kita sampai sekarang ini? Masih ada, malahan semakin berkembang. Mereka ada di sekitar kita. Mereka mempunyai daya tarik, pintar membujuk dan merayu. Mereka memutarbalikkan Firman Allah. Hati-hati dengan pengajar sesat. Berdoalah, minta petunjuk Roh Kudus agar kita mampu membedakan mana yang sesat dan mana yang benar. Pilihlah yang benar, karena yang benar akan bermuara kepada keselamatan sedang yang sesat akan bermuara kepada kebinasaan.

Doa  :     Tuhan! Mampukan kami mengenali pengajar-pengajar sesat untuk kami hindari dan mana pengajar-pengajar benar untuk kami ikuti.  Amin.  (WM)

About the author: bksmarturia

Leave a Reply

Your email address will not be published.